Showing posts with label Life Observing. Show all posts
Showing posts with label Life Observing. Show all posts

04 October, 2017

Drama Keluarga Online


Kecanggihan media komunikasi sekarang udah mampu mendekatkan jarak dan meniadakan batasan citra dan suara, salah satunya dengan lahirnya aplikasi Whatsapp, sodara-sodara gue udah pada punya smartphone, bahkan nyokap gue udah bisa mengoperasikan ponsel pintar sendiri secara pelan tapi pasti. Dan akhirnya, keluarga besar nenek gue pun punya Whatsapp Group Chat sendiri. Asoy! Dan yang namanya sekumpulan orang-orang mah ya, yang saling bicara menggunakan ketukan kiped enpon, pasti muncul konflik atau salah paham alias salah persepsi, dan salah satu nya masih anget baru diangkat dari kompor kejadian kemaren.

Alkisah beberapa orang keluarga gue minggu ini lagi ada di Semarang, di acara nikahannya sepupu sekaligus frenemy gue si Udin, yang kecantol cewek Semarang trus nikah dan resepsiannya hari Senin yang mana gue pasti engga bisa dateng, kan, Din. Selesai resepsi dan jalan-jalan naik delman ku duduk di muka berkeliling kota Semarang, tadi malem (Selasa) rombongan kembali bertolak menuju Jakarta, sebagian menggunakan kereta api, beberapa menggunakan pesawat. Semua kegiatan mereka terinci dengan detail disertai dokumentasi diunggah di grup chat, jadi orang kayak gue yang kaga bisa ikutan cuma bisa scroll-scroll aja sambil mesem-mesem.

Semalem, sejak matahari tenggelam, si kakak gue yang paling gede udah eksis banget di grup chat ngabsenin orang satu-satu, nanya udah berangkat belum, udah sampe mana, pipisnya lancar, suaranya mana, hingga semua yang otw melaporkan status sudah landing bandara Jakarta atau Stasiun Gambir  dan Senen. Entah bagaimana deal-dealan mereka sebelumnya, jam sembilan tiga puluh malem si kakak gue nomor dua ngasi tau kalo rombongan udah sampe di rumah dia di Jakarta Barat.

Here's the doomed thing.
Si kakak gue nomer satu sewot, dong. Dia lebih kurang ngomong kayak gini: "kalo emang mau ke rumah di Jakarta Barat kok ga ngasi tau dari awal, jadi gua kan ga perlu nunggu lama dari tadi (et dah), kalo gini mah kayak becandain gua aja kan namanya. Ga usah aja dah ke rumah gua kalo gitu." Sepertinya ada kesepakatan yang dilanggar, LOL. Mungkin nih, mereka sepakat mao ke rumah si kakak paling tuak di Ciputat itu begitu sampai Jakarta, atau sekalian untuk stay disana atau sejenisnya. Lantas gue, kayak kerasukan apa, malah reply chat dia dan bilang "Lah besok kan masih ada waktu. Pada kecapekan kan pulang jalan jauh. Istirahat aja dulu, besok maen-maen lagi". Gue emang ga biasa-biasanya ngomen di grup chat. Males aja. Udah hobi silent reader, kecuali kalo memang urgent sih. Tau-tau si kakak gue tercinta ini balas sewotin gue, bilang "Ga usah hibur gue, deh."
DANG, SIST!

I literally laughed hard at dat moment. Banyak draft balasan chat yang bersliweran di kepala gue kala itu, tapi gue cuma bilang "ya udah sih, aku tidur duluan ya dadahh." Yang sebenernya gue masih melek abis, karena penasaran kelanjutan drama keluarga ini gimana. Dan yep, yang lain pada gantian komen baek-baekin si kakak gue ini bilang faktor macet lah, hujan, mau ambil barang dulu ke Jakbar sana, dan mereka akhirnya bener-bener ke rumah si kakak gue ini bela-belain tadi malam karena sepupu gue yang laen ngelapor status "otw Ciputat" pada jam sepuluh tiga puluh. HOLY SMOKE!

Abis itu gue kayak speechless gitu. Dan kejadian ini bikin gue kayak throwback ke diri gue beberapa tahun yang lalu, dengan segala keegoisan yang gue punya hingga kadang mengorbankan keluarga dan temen-temen terdekat. Lalu egocentrics itu mengklimaks, meluap-meluap hingga tumpah ruah dan selanjutnya gue merasa kosong. Antiklimaksnya, ya gue yang sekarang. Less selfish indeed, that I can brag about. Saat keegoisan gue masih eksis, dan itu melibatkan keluarga gue, mereka tetap menuruti mau apa mau gue. Sedikit perdebatan sudah pasti, namun sudah jelas gue pemenangnya. Still, they loved me for who I was, and that feeling still going on strong until today. 

Dan gue bersyukur kemarin tidak berkomentar terlalu jauh terhadap sikap kekanak-kanakan kakak gue itu. Karena gue sebagai adiknya, juga pernah berlaku sama terhadap dia dan sodara-sodara gue yang lain. Dan menjadi dewasa bukan berarti kita harus selalu menerima keadaan, memaklumi akan hal, tanpa pernah menyampaikan ketidak sukaan, tanpa pernah menginginkan sesuatu secara eksplisit. 
❤❤❤

PS: 
I have no intention to expose the negative sides of my sibling(s) or family things.
I just wanted to share this story as one lesson to learn, also as reminder for my self.
Keep peace, love and gawl~

08 December, 2014

Day 2

Hi, again. :)))

So yesterday gw lupa update. Jadi ceritanya gw cicil mundur sekarang, lol.
Begitu landing di stasiun tujuan, yang ternyata ngaret 2 jam dari jadwal seharusnya, kita langsung melipir nyari makan. Ga peduli lagi ama badan dan penampilan yang udah lepek lengket, panggilan perut ini harus dipenuhi dulu. Yang teringat ya cuma satu; McD. Dengan modal maps, muter-muter ga jelas keluar masuk pasar satwa akhirnya nemu juga McD di kawasan pertokoan Sarinah, di depan es krim jadoelnya Oen.

Pada ngeh ama es krim Oen?
Kalo iya pasti udah tau gw dimana.

Yep.
Gw ada di Malang.
To be exact, kita ke Malang cuman lewat doang.
Ehehehehehehe..

Tujuan utama kita adalah kota wisata Batu. Letaknya kira-kira 45menit perjalanan darat santai dari Malang.

Hey Ho~!!
Begitu keluar dari Stasiun Malang kita udah disambut dengan keramaian kota dan keramaian sopir angkot-becak-taksi-travel nawarin jasa angkutannya. Kita mah mau murah meriah alias angkot dong, secara budget celengan ayam. So, dengan modal google maps jaman jahiliyah alias nanya sana sini, akhirnya kita naik angkot dengan kode ADL/AL. Angkot ini akan nganterin kita sampe terminal Malang. Disana kita switch ke angkot ungu, bilang aja mau ke Batu. Sesuai perkiraan, Malang-Batu ditemani hujan. Alhasil batal niat nyari-nyari hotel/penginapan murah. Ternyata ditawari sama si sopirnya ke salah satu kenalannya. Kita karena udah kepepet oleh hujan akhirnya kita terima aja penawarannya si Bapak (yg belakangan gw tau namanya Bapak Riadi). Dua kamar penginapan available, rate 250k/night. Mahal, emang. Tapi ya karena the mighty power of really kepepet dan hujan, terpaksa diterima. Daripada basah-basah nyari lagi.

And yes, kita sama sekali ga bikin reservasi penginapan. Alasan kita karena minggu ini belum masuk holiday season, jadi mending ga usah reservasi apalagi jika kelasnya "cuma" penginapan-penginapan low budget, under 200K. Hihihi~

Yep, malam pertama di Batu kita mager abis. Hujan non stop sampe malem, jadi kita ga bisa kemana-mana. Akhirnya malam dibabat dengan main Uno. Beruntung penginapan mehong ini dikasi ruang tamu, dilengkapi dengan dapur dan perangkatnya. Dan like I said karena belum holiday season, cuman kita doang tamunya, jadi bisa leluasa. HAHAHAHAHA~
pemandangan di depan penginapan tersiram hujan. dan itu gunung yang gw lupa namanya.



hujan non stop dan Uno adalah obat kebosanan. :))
Besok kita kudu harus wajib jalan-jalan, nih.
Emang jauh-jauh ke Batu cuman buat maen Uno doang kan ga asik jugak.
Semoga cuacanya adem.

Uhuy!

07 December, 2014

Day 1

Good Morning!!

It's already 6:22 am here somewhere I have no idea to be exactly. *sengaja ga ngecek maps biar gw ga tau, biar lebih greget, mpret*

Trip ini udah lama banget masuk agenda. Rasanya udah 2 kali pergantian tahun hingga akhirnya trip ini terealisasi. Kemarin-kemarin selalu terkendala di cocokin jadwal. Dan tahun ini akhirnya jadi, ya walaupun kita ga ngambil schedule akhir tahun. Jadilah gw, Ndut and Kibo yang on the rail pagi ini.

Awal perjalanan aja udah kisruh. Kita ditinggalin oleh sang kereta malam tanpa kabar. Jadwal berangkat jam 15:15 tapi gw masih bergelut di menjamurnya macet ibukota. Plus hujan udah mulai turun. Si Kibo yang dari Bandung dan si Ndut yang udah bela-belain buru-buru padahal siangnya baru landing, pas banget last minute nyampe stasiun Senen, tapi karena gw akhirnya kita merelakan kereta Matarmaja berlalu. Sedih. Tiket murah meriah yang kita pesen jauh-jauh hari hangus.

Dan selanjutnya dengan perasaan berdebar kita (lebih tepatnya gw, doang) ngantri di loket membesarkan harapan masih ada keberangkatan berikutnya dan seat kosong.
Tuhan Maha Asik, masih ada seat, buat kereta Majapahit di jam 17:20. Gw langsung sumringah. Tapi sumringahnya bentar doang, dengkul rada lemes juga denger harga tiketnya. Harganya 5x harga tiket yang hangus tadi. Mamak!! :(((

Ah ga apa lah, yang penting berancuts!!
Nunggu tiket harga gocapan mah udah mustahil lagi ada.
Kerasa banget time is money di loket ini. Siapa cepat dia dapat, jauh-jauh hari pesan dapat harga miring.

Jam 17:20 yesterday, we're on the go! :DD
And now we're almost there.
Estimasi durasi 14 jam perjalanan.
Jalan jauh begini jangan lupa sediain bekal kelas ringan dan menengah, air putih, sweater, pengusir kebosanan (kartu UNO, mp3 player, gadget sih yang paling gampang) dan perangkat obat-obatan.

Nanti gw update lagi, yak.
Mata sepet banget minta dipejemin bentar, lol


Posted via Blogaway

20 September, 2013

What's on Your Mind?


Lelaki 1
I really don't get this.
Nah, nobody would. Been here for couple years and I'm stucked in somewhere absurd in here without any certainty of my future ahead.
If they didn't keep my transcript,  I would be gone for good from the second month I arrived here.

I mean, come on, people.
At least this very-top-management could pay us a lil bit more attention than we can expect.
It would be funny if one of their employees hand over his/her resignation letter for a silly reason. Such as a very-less-almost-nothing appreciation from management to all of their human resources. They can't survive without us. Yet they act the contrary.

I really don't get this.

Lelaki 2
Both of my bosses aren't available so I must in charge for all of today's document?
Ohkay, not the first time though.
But first, I need to finish my business at campus.
Easy-easy~

Lelaki 3
Finally back to ma' duty..
I've missed this work-sphere so bad.
Lets see, what can I implement from my dissertation?
And oh, I see new faces!
Hmm..

Lelaki 4
The D day is just couple weeks to go.
I must make sure every little things are fully prepared.
It only happens one in ma life time, dude.
So it should be perfect.
Super perfect.
I gotta text my fiancee to synchronize some sched...

Lelaki 5
Lets see what movies playing this week.
Nicholas Cage, Matt Damon..
And what's this Azrax movie?
I will watch all trailers later on.

All of them
C'mon lets have some lunch.
Stummy can't wait longer.



Beautiful minds playing solo in each of their heads 
while their lips having their own chattering.
To kill some times.
Till they back to their tables and continue the duty.

11 September, 2013

Idiotic Trisome Story-line

I found this idea is quite interesting, karena somehow nyambung dengan kerjaan free lance gw nge-life observing. Beda-nya, kerjaan gw itu absurd karena yang merekam imej-nya cuma mata dan otak gw, kebanyakan mengaksarakannya di twitter, banyak lupa untuk mendedikasikannya melalui lensa. Sedangkan proyek yang digaung-kan oleh Alex via kicauannya di twitter mengharuskan kita bercerita, dari sepotong citra. Bagi yang tertarik untuk ikutan, lengkapnya ada disini.

So, mulailah gw dengan menscroll-scroll beberapa candid pics folder di handphone dan laptop. Then, I will start with this.

Taken : Kuningan, Sept 02, 2012
Cam : Blackberry 9360; 2048 x 1536 pix; with additional re-sizing
Foto ini diambil di depan HO gw, setahun yang lalu.  Yang jadi objekan masi temen-temen seinstansi gw juga, namun hingga sekarang mereka bertiga masih gak tau kalo sudah diabadikan dengan pose seperti ini.

Awalnya mungkin, foto ini biasa saja. Namun thanks to pose mengagumkan temen gw yang paling kiri foto ini jadi sedikit berwarna. *lol*

What're possibly they doing?
Ada banyak cerita yang terpenetrasi dengan sempurna ke dalam otak ketika melihat gambar ini dengan seksama.

A. Dua lelaki yang memegang handphone adalah saudara seperguruan yang lama terpisah, tetiba dipertemukan takdir di Ibukota. Belum puas melepas rindu, mereka tak lupa untuk langsung tukeran pin bb, nomor hp, serta saling follow di cuider. Lalu lelaki terakhir yang juga teman dari keduanya datang menghampiri dengan niat mengajak untuk hang out ke warung jamu terdekat ber-dress code putih-putih melati alibaba, namun langkahnya berhenti begitu mengendus bau yang tidak mengenakkan arah tujuan dia berjalan. Dia terdiam, masih mengamati gerak gerik transaksi pertukaran pin bb yang tengah berlangsung sembari refleks menggerakkan kedua tangannya menutupi hidung dengan otak yang berpikir keras mencari tahu bau menyengat apa yang menggerogoti indera penciumannya? Hanya Tuhan dan Bang Vicky Prasetyo yang tahu.

B. Trio Libels Milenium ini datang ke kota untuk mengadu nasip. Ambisi terbesar mereka sama dengan penyanyi-penyanyi amatir kebanyakan; ketemu label besar, ditawari rekaman, bikin album, promo, dipanggil nyanyik di dahsyat dan inbox, mulai dikenal, dan syukses!
Modal nomer satu mereka gak neko-neko; suara merdu yang diyakini mampu menyaingi boiben-boiben yang tengah naik daun di Indonesia saat itu. Mereka adalah trio vokal, bukan boiben, tapi mereka bisa menari layaknya boiben jika dirasa harus. Hari itu dengan kompak beratasan putih, mereka berencana hendak mengunjungi salah satu kafe yang sangat terkenal di salah satu kawasan pergaulan di Ibukota. Mereka sudah diagendakan untuk perform sore itu selama untuk dua lagu, tentunya setelah berhasil melobi si manager kafe melalui teror sms, bbm dan mensyenan di twitter yang tak putus-putus selama beberapa minggu.
Akhirnya, krincingan cek, kantong asoy cek, akua cek, sisir cek, lipgloss cek. Ketika hendak menaiki kopaja menuju kafe yang dituju, terdengar deringan sms dari handphone mereka masing-masing. Lelaki pertama tidak yakin dengan apa yang tertera di layar handphonenya, maka lelaki kedua merogoh handphonenya dan membaca notifikasi yang muncul diikuti pandangan dari temannya yang lain.
Awalnya mereka bertiga saling liat-liatan sejenak, tertegun, lalu kembali menatap layar handphone dalam diam. Lelaki ketiga tidak mau mengeluarkan smsnya, alisnya mengkerut, kedua tangannya menutupi bibir yang sepertinya hendak mengeluarkan umpatan yang susah ditahan.
Sepertinya ada kabar buruk. Apakah statusasi mereka untuk perform terancam batal?
Apa pasal? Apakah Joged Caesar sebegitu teraktualisasi maksimal sehingga cukup dengan goyangan saja seseorang bisa meraup popularitas?
Entahlah, Tuhan Maha Tahu untuk yang satu itu.

imajinasi yang superb sekali :)))

C. Sederhana banget sih kalo yg ketiga ini, semua orang kayaknya refleks mikir kek gini begitu melihat foto :))
Lagi saling tuker-tukeran 3gp dan semacamnya gituhh lalu yang cowok yang ketiga kaget dan hendak menjerit namun jeritan tertahan oleh tangan yang udah duluan mencapai mulut. Pffttt...

Masih aaaada banyak versi cerita yang gw aksarakan, namun kasian mata kalian yang baca postingan ini pasti udah kebanyakan dikucek-kucek dan scroll2 mouse geregetan kapan postingan ini selesai. Yaudasik, tinggal klik alt + F4 ini kalo bocen. :)))

Day 1 Finished.
I'm improving, mates. Semoga masi ada Day 2, Day 3, Day 15, Day 20 daaan seterusnya :D


30 March, 2013

Curcol Selewat

I'm writing this post with extraordinary exhausted feeling.
In the middle of my overtime at my unit.
Highly expecting when this suffer shall end.
*tsaah*

Menghabiskan long weekend dengan overtime, working and working, bukan kali pertama bagi gw. Udah sering, sampe udah hampir mati rasa. Bukan dari pekerjaan yang ini aja, tapi udah sedari pekerjaan gw yang pertama, 2009 lalu. Sering pulang malam, wiken dengan bekerja, bukan hal baru. Sometimes I try to enjoy it, some other times I just feel stuck and hit my bad mood. Ah anyway when I can think straight, I know I should be relieved for those come as some colors in my work-sphere.

I'll be exploring a new side of this company's system by April 1st, FYI. Different kind of job, a little more technical thing, I assume. Udah molor sebulan dari penanggalan yang seharusnya, karena kebutuhan di unit gw akan swadaya masih sangat tinggi dengan tingkat kegiatan yang masih maksimal dibanding unit lain, so atasan gw yang sekarang masih meminta gw untuk bertahan sesaat lebih lama dengan meminta toleransi postpone ke atasan gw di tempat yang baru.

Satu tahun empat bulan masa kerja gw di Unit ini, terhitung sejak pertama kali gw landing di kota mpek-mpek ini dan langsung ditempatkan di sini, membuat gw sering berpikir "Okay now I think I have enough". I mean, I need some space and chance to explore more at any side of this company. Not only operational but also technical. Makanya gw berharap banyak ketika dapat info akan dipindahkan ke bagian yang lebih bersifat teknis dan perencanaan. Moreover, gw sangat ingin menikmati yang namanya the real days off and holiday. *iya, statement ini sangat bertolak belakang dengan statement awal gw* *disini part dimana gw bisa bilang ifyouknowwhatimean* *dikeplak massal*

Cerita gw agak ga jelas dan loncat-loncat ye?? Iye.
Sebodo yang penting gw apdet blog dong.. Iye.
Hauhauhauhau~


Karena gw belom banyak cerita tentang kerjaan gw yang sekarang, gw akan usahain untuk share lebih banyak di post-post berikutnya. Kerjaan udah mau kelar so I should put a period to this post.

And since today is still Saturday, I am wishing you all a memorable long weekend at anywhere you are.
Dan doain gw bisa bertahan melalui badai lembur yang cetar membahana ini.
Wish me luck, you guys!

Face straight!!

;D

13 January, 2013

Sometimes,

Sometimes,
seseorang yang mengaku dirinya simple adalah pribadi terumit di jagad raya-nya sendiri.

Sometimes,
seseorang yang terlalu sering diandalkan untuk menjadi konsultan perasaan, tidak bisa bernegosiasi dengan perasaannya sendiri.

Sometimes,
seseorang yang terlalu banyak membaca cerita tentang romansa cinta akan memaksa mengimajikan kisah itu ke dalam hidupnya sendiri.

Sometimes,
Tuhan tidak langsung memberikan apa yang kamu inginkan. Dia ingin melihatmu "berproses" dalam penerimaan. Hingga ketika kamu menerima hal yang sangat kamu inginkan itu, kamu akan sangat menghargainya.

Sometimes,
ketika semua hal telah diraih, selalu saja dirasa ada yang kurang. Hingga kamu akan berpikir lebih baik tidak memiliki apapun itu dan hidup dengan kelegaan pikiran.

Sometimes,
a cheerful person doesn't have a better way to express his/her feeling but always smiling even though pain keeps slicing from inside.

Sometimes,
yes, sometimes, good things happen as a payback after you've suffered.
But most of the times, good things never come until you finally stop thinking and start to waste all of your thoughts about "payable" hope. Until you realize the good thing itself is actually to receive who you really are without exception.

#justsaying

♪♫
Cause sometimes we don't really notice
Just how good it can get
So maybe we should start all over
Start all over again
[Rob Thomas - Someday]
♪♫

20 June, 2011

Spirit Carries On

Seharian di beberapa hari yang lalu lumayan puas lah, berbagi penggalan-penggalan kisah usang yang diurai kembali dalam helaan nafas para wanita manula yang gw temuin secara random di beberapa sudut keramaian kota. Sama sekali ga ada niat buat ngelakuin hal kayak gitu. Semua terjadi begitu saja. Seharian ini ada tiga wanita manula yang tetap semangat dan optimis menjalani hidup, dan dengan sumringah membagi penggalan cerita hidupnya ke gw.

Note : Nama disamarkan, karena sama sekali ga ingat buat mencari tahu nama mereka.

1. Nenek A

Usia 82 tahun. Ketemunya di angkot. Kalo gw sih bilangnya "nekat", usia segitu masi berani naek turun angkot sendiri. Kalo kenapa2 di jalan gimana? Mana si nenek ga punya enpon lagi. Sukur kalo KTP ada dibawa, kalo engga?

Entah siapa yang memulai, pembicaraan mengalir begitu saja. Dengan santainya beliau menceritakan kehidupan mandiri yang sudah ditekuni sejak lama. Tanpa ada siapapun di sisinya. Anak cucu? Semua anaknya merantau dan "bisa" pulang ketika lebaran aja. Dan nenek ini, dengan segala kelapangan hatinya, menjalani hidup sendiri tanpa mengharapkan simpati dari siapapun termasuk anak-anaknya.

Ketika kami berbincang, diketahuilah kalo si nenek baru aja mengalami kecelakaan yang membuat salah satu tulang jari tangannya bermasalah. Ketika diurut oleh tukang urut yang cukup dipercaya, ternyata cidera tulang itu kian parah dan malah membuat tangannya ga bisa digerakkan. Kala itu si nenek mengaku hendak memeriksakan kondisi tulang jarinya ke dokter, dan dia pergi sendiri. Baginya tak apa, sudah biasa kemana-mana sendiri. Dan lagi-lagi gw dibuat terpana dengan daya ingat dan daya penglihatannya yang masih bagus.

Tapi gw, dengan keadaan seperti itu, pasti akan meminta dengan penekanan agar satu dari anak gw stay bersama gw, menemani gw kemana-mana. I mean, she's no longer young, dude, 82 tahun. Saatnya beliau menikmati masa tua dengan santai, tanpa perlu lagi direpotkan oleh remeh temeh ini itu. Dan gw meringis mendengar cerita si nenek. Entah semangatnya yang "terlalu" tinggi untuk usai 82 tahun, entah ego anak2nya memang tidak bisa dipatahkan dengan alasan apapun.

2. Ibu B

Profesi sebagai tukang urut, dan sepertinya sudah profesional. Gw ga tau umur persisnya, tapi gw taksir seumuran nyokap gw, dan sepertinya sudah pantas dipanggil nenek karena sepertinya beliau sudah punya cucu :D

Ketika gw dateng ke rumah beliau untuk jadi pasien, waktu itu udah mau sore dan beliau sedang melayani pasien ke sekian. Kata nyokap, rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk satu orang pasien adalah 1 jam. So jika si nenek buka praktek dari jam 9, maka ketika gw datang, dihitung dengan memasukkan waktu yg dipake buat istirahat, maka Abeliau sedang melayani pasien ke 4. Dan dihitung dengan jumlah antrian, berarti gw akan jadi pasien ke-6. Ohemji.

Yang gw bayangin pertama kali adalah; seberapa sih sisa tenaga si Ibu buat mijit gw secara gw adalah pasien ke-6 hari itu. Lalu, jika dia melakukan ini setiap hari, gw ga bisa membayangkan seberapa besar stamina yang harus dia siapkan untuk segala kemungkinan jumlah pasien yang akan datang untuk diurut. Apalagi jika pasiennya cowok, berarti kudu pake stamina ekstra dong, wohhh.. Gw ga berani nanya langsung, namun pembuktian ketika gw "dilayani" sudah cukup menjelaskan semuanya, nyahahaha. Sadis dah pijatan si ibu. Ga tau dah apa pijatannya yang ekstrem ato emang beberapa sendi badan gw udah pada bergeser dari tempatnya kali, dicubit dikit aja sakitnya minta ampunn T.T

Dan gw salut dengan semangatnya dalam mencari nafkah untuk menghidupi dirinya pribadi dan keluarganya (yang gw ga tau lagi dimana, tapi gw yakin mereka terpisah jarak karena aura penghuni rumah itu cuman aura satu orang saja). Optimisme yang tinggi terbingkai dalam setiap pengabdiannya sebagai tukang pijat di usia yang sudah tidak muda dan tentunya dengan stamina yang sudah tidak semaksimal di kala muda. But she still goes on. Way to go, nanny!

3. Nenek C

Si nenek ini pasien yang ngantri setelah gw. Sepertinya pelanggan tetap, karena Ibu B sudah berbicara akrab dengan si nenek. Begitu gw kelar diurut dan tersenyum padanya, cerita pun mengalir. Tak jelas dari A ke Z, tapi ada beberapa point yang bisa gw simpulkan dari cerita si nenek.

She's 84 years old, namun penampilannya sama sekali jauh dari angka 84 tahun. Nyokap gw bahkan kaget mendengar si nenek mengaku demikian. 84 tahun, dan sudah berulang kali ditimpa musibah berupa sakit, dan "sakit". Kepada gw, beliau perlihatkan kakinya yang bengkak sudah sekian lama, menceritakan pengalamannya yang berulang kali diguna-guna hingga kadang tak mampu lagi berjalan, berkali-kali kena tipu hingga menderita kerugian materi yang cukup besar. Mungkin kita bisa menyebutnya, sudah jatuh, tertimpa tangga, tersiram air panas lalu dompetnya terlempar entah kemana.

But she still remained strong, never gives up and optimist. Bagaimanapun keadaan si nenek sekarang, tak lupa akan kehadiran sang Pencipta. Tak peduli seperih apapun guna-guna yang dikirim kepadanya hingga beliau tak bisa melakukan aktivitas shalat dengan benar, beliau tetap menunaikan yang wajib dengan semua kemungkinan-kemungkinan yang ada. Harta jikalau hilang bisa dicari lagi, sudah ada suratan yang mengatur. Amalan adalah jerih payah pribadi kita, jika terlewatkan momen untuk mengumpulkannya, maka benar-benar sirna sudah dan tak akan ada kesempatan kedua. Begitulah pesan si nenek ke gw.

.....

Tiga wanita, tiga masalah, tiga keadaan, namun satu tujuan hidup dengan semangat dan optimisme yang sama.

Tujuan gw share cerita ini tidak lebih untuk mensugesti diri gw sendiri yang keseringan lemes banget dalam menjalani hidup. Padahal jarak tempuh hidup gw bahkan belom sampe setengah dari ketiga wanita ini, namun gw udah mengeluh banyak. Gw harus bangun semangat dan rasa optimis seperti mereka. They're my guidelines. Dan jika kalian yang baca story ini ikut merasa tersemangati, I'll be happy for that. Bless them, and may God blesses us, too.

Keep the Spirit! :D

Inspirasi bisa datang kapan saja,
tak peduli kala tenaga matamu bersisa 3,5 watt sekalipun,,

22 March, 2011

Regenerasi

Tiba-tiba malam ini terlibat pembicaraan sedikit nostalgic namun serius dengan temen satu kosan yang juga temen gw dari kuliah. Tentang bagaimana dia sangat kangen dengan suasana kampus, lebih tepatnya suasana dimana ada kita, temen-temen dia berkumpul bergelut dengan waktu, jurnal, diktat, tugas-tugas, laporan praktikum, and everything. Lalu dia bilang, "udah beregenerasi aja yah, almamater kita? Dua-tiga tahun yang lalu masi elo, gw, temen-temen kita yang panik dengan deadline skripsi, sekarang udah ada junior kita. Tahun depan juniornya junior kita, lalu junior dari juniornya junior kita, then entah siapa yang kita ga akan kenal.".
re.ge.ne.ra.si
[n] (1) pembaruan semangat dan tata susila; (2) Bio penggantian alat yg rusak atau yg hilang dng pembentukan jaringan sel baru; (3) ki penggantian generasi tua kpd generasi muda; peremajaan. (Sumber)

Kata ini sering banget muncul di sekitar gw akhir-akhir ini. Regenerasi itu pasti, ga bisa dihindari. Kayak hidup dan mati, logikanya sederhana kayak gitu. Ketika ini terjadi, gw ga pernah bisa mendapatkan alasan untuk pertanyaan kenapa. Ga bisa jelasin prosesnya kalo ditanya bagaimana. Disadari ato engga, kita udah beregenerasi. Tetangga kita, keluarga kita, teman-teman kita, bahkan diri kita sendiri. Hidup dan mati, datang dan pergi, hlilang dan kembali, itulah regenerasi versi gw. Karena sifatnya yang pasti, jadi gw ga mau ambil pusing. The time will come, for each of us. Either you'll still deny and run from it, or get yourself prepared w/ everything you got.

Bagi gw, regenerasi membantu gw untuk lebih open-minded terhadap segala sesuatu. Membantu gw untuk ga membaca sesuatu hanya dari its current state; keadaannya sekarang, hingga akhirnya gw harus berpikir dengan baik. Helps you learn a lot.

Ngemeng-ngemeng tentang regenerasi, gw inget ini :


Susah banget googling gambarnya. Search kata Borobudur yang nongol ya Candi itulah. Akhirnya gw poto sendiri aja, kebetulan habis borong saking kangennya, huahahaha. Ingat snack itu ga?? Jaman gw SD, kemasan dan ukuran snackny kecil segede upil, biasa gw makan pake kuah sate ato kuah-kuahan yang dibikin sama ibu-ibu kreatif yang jualan di sekitaran sekolah gw. Udah lebih 10 tahun lho, dan sekarang snack itu beregenerasi (bahasa gw berat banget dah) menjadi kemasan dan isi yang lebih besar. *jreng jreng* Rasa? Ga pernah boong jauh beda. Harga? Ya ga mungkin lagi dijual seratus perak.

Eh iya, *info ga penting* gw lagi suka dengerin lagunya Matthew West yang Family Tree. First time dengernya sih di serial The Vampire Diaries, jadi closing song kalo ga salah. Perfect song at the perfect moment. Like it so deh~ *sekian info ga penting hari ini*

Happy Re-Generating, good people! :D/

16 March, 2011

See You in Another Life

Sebenernya gw rada telat mw publish ini. Eja, senior gw di kampus yang di postingan ini gw inform sedang berjuang melawan kanker lidah, akhirnya kalah. Akhirnya Eja pergi selama-lamanya meninggalkan gw, kami, temen-temen serta keluarga yang menyayanginya Jumat kemaren jam 10.50 WIB.

Gw pun taunya udah telat, udah sore ketika cek email. Kaget, udah pasti. Butuh waktu lama buat akhirnya otak gw memahami kata-kata yang dirangkai dalam email tersebut. Gw langsung sms salah seorang senior yang juga temennya Eja buat nanyain ttg almarhumah. Almarhumah ternyata langsung dibawa ke kampung halamannya hari itu di Painan. Temen gw ketika disms ternyata udah otw balik ke Padang. Gw emang ga dekat sama almh, tapi kita pernah punya momen bersama; ambil mata kuliah dan praktikum bareng, begadang bareng buat nyelesain laporan. She was so kind and caring. I felt more sad knowing that she had a baby, a one month old baby! Mungkin ini memang jalan yang terbaik bagi Eja.

Dan di hari yang sama bencana besar melanda Jepang. Gempa berskala 8.9 SR (dan belakangan diupdate sama BMKGnya Jepang menjadi skala 9.0 SR; link) dan disusul dengan tsunami yang menyapu seluruh wilayah di pesisir timur Jepang. Ga cukup dengan tsunami aja, sekarang beberapa reaktor nuklir Jepang meledak berurutan dalam beberapa hari dan menyebarkan ancaman radiasi tidak hanya untuk Jepang tapi juga untuk negara-negara di sekitarnya. Dunia berkabung.

Gw pribadi sih khawatirnya dengan efek ledakan nuklir itu. Walaupun dikabarkan skala INES (International Nuclear and Radiological Event Scale)nya masih 4 dari 7, yg artinya konsekuensi ledakan masi bersifat lokal, tapi kemungkinan yang lebih buruk selalu mengintai. Seperti halnya efek gempa dan tsunami ini yang melebihi ramalan dan dugaan para ahli gempa Jepang. Yah, semoga ledakan nuklir ini tidak berdampak besar bagi Jepang dan sekitarnya. Jangan sampai kayak Three Miles Island (skala 5) ato Chernobyl (skala 7) deh. *merinding abis!

Bagi yang pengen tau sejarah ledakan nuklir di Three Miles Island ato Chernobyl, bisa googling, karena gw yakin akan ketemu banyak banget cerita tentang daerah-daerah fenomenal tsb, cek di wikipedia ato Kaskus. FYI, gempanya udah dikasi nama loh; Tohoku-Chiho Taiheiyo-Oki. Ada yang tau artinya ga?? Kasi tau dong..

Gw berkabung, temen-temen gw berkabung, dunia juga berkabung. Atas bencana dan kejadian menyedihkan yang terjadi di hari yang sama. Untuk Eja dan korban bencana di Jepang, may God forgives your sins. God, please protect us and always show us the good way to be closer to you.

29 November, 2010

14 October, 2010

Disaster Alert

Malam kemaren langit di kota Padang kelebihan muatan. Alhasil semenjak Selasa sore hingga kemaren siang, hujan tak berhenti menetes di setiap celah kota Padang. Dari ujung ke ujung deh, pasti basah. Ditemani petir, plus angin kencang, plus mati lampu, dan banjir. Damn I hate flood. Secara kamar kosan gw berada deket dapur, dan ternyata ada atap dapur yang bolong.. yah you know what happened next. Sigh.

What pissed me off was, kamar gw yang “terlalu banyak” ventilasi, terhubung langsung dengan halaman belakang, dan jadilah gw tidur dalam keadaan lembab. And I felt unwell back then. And I got worse, for sure. God dammit why are there so many “and” around here? #tepokjidat.
That was the heaviest rain I’ve ever seen. Ngeri sendiri kalo mengingat masa2 menyeramkan ituh. Halah.

And speaking about creepy things, I think rain would not become the scariest one ever, compared to this thing. Yah, this thing, this earthquake thing. Momok menakutkan yang udah meninggalkan jejak di hampir seluruh wilayah Indonesia, dan dia udah singgah di Sumatera Barat September 2009 kemaren. A 7,6 SR Earthquake stroke Padang and affected mostly all of West Sumatra’s area. Yah, bencana nasional, mereka bilang.

Dan... kemaren gw baru baca di koran lokal dan koran nasional, media cetak dan elektronik yang memberitakan hasil simulasi gempa yang menyimpulkan prediksi adanya gempa dengan skala yang lebih besar; 8.9 SR dalam waktu dekat ini, berpotensi tsunami setinggi 6 meter yang akan menyapu wilayah Kota Padang sepanjang 2 km dari garis pantai selama + 25 menit. (check the news here)

Oke, gw panik. Semua yang baca pasti panik, kawatir, cemas ato apalah namanya. But, what can I, you, we can do? I’m not expert on that earthquake thing. Tapi satu hal yang gw dan temen2 gw yakini; yang namanya gempa tidak bisa diprediksi seperti halnya jenis bencana2 lain. Suatu fakta ilmiah yang udh dipaparkan oleh semua ahli gempa sejak dahulu kala. Dan bagaimana mungkin sekarang, tiba2 muncul pemaparan yang mematahkan statement tersebut? Ada yang bilang, gempa tersebut bakal datang dalam waktu dekat ini. Oke, masih make sense, at least kita bisa prepare the best lah for the worst. Dan barusan temen gw sms, panik mendengar berita yang dia denger ttg gempa yang akan datang dalam minggu ini atau minggu depan, wtf? Someone, or some people, truly are taking some benefit from this scene. Fucking LEBAY!!

My point is, what are the good points of making this scene worse? What’s the deal with raising people’s panicities? Kalo emang pada akhirnya bertujuan untuk memicu pemerintah untuk bertindak lebih tanggap dalam persiapan menghadapi bencana sih, that’s good. But hey, pemerintah dan pemerintah daerah mah udah alert juga kaliii, dengan hal2 seperti ini. Gw pernah bekerja di agency UN yang menghandle rehabilitasi dan rekonstruksi fisik dan non fisik pasca bencana dan membangun kerjasama dengan pemerintah daerah, dan dari situ gw tau bahwa pemerintah punya sekian banyak rencana yang mengantri untuk diimplementasikan. Masalah yang muncul di belakang hari adalah timing dan mekanismenya, hal2 yang bersifat fleksible.

Sometimes we need to trust our government. Lend ‘em our hands on making their plans of disaster risk reduction be real as soon as possible. Kepanikan engga meanolong. Isu2 yang lebay hanya akan memperparah suasana saja.

So ketika lo nemu, baca, lihat atau dengar berita serupa dengan yang gw baca diatas, jangan langsung panik. Be realistic. Read more, learn more, find out more about this disaster which we’re going to face, supaya kita ga gampang dibodohi. Internet bukan lagi sesuatu yang langka di zaman melek teknologi ini, so use it well.

Sesungguhnya Allah tidak akan menimpakan cobaan melebihi kemampuan umatNya..


*Semoga gw bisa mengamalkan ayat ini ke diri gw sendiri. Sigh*


~~~


U know what, I found Pocky Strawberry at Singgalang Supermarket this evening!! So happy when I found the last one left on the shelf. Quite so long since my last pocky; it was May 2009! Entah karena gw kurang concern nyari Pocky ato emang Pocky ga begitu diminati di Kota Padang dan sekitarnya, who knows ;)



happy weekend, people \:D/


25 January, 2010

It Depends On You !!

Love or Like??
it depends on you!!

In front of the person you like, your heart beats faster
But in front of the person you love, you get happy.

In front of the person you like, winter seems like spring.
But in front of the person you love, winter is just beautiful winter.

If you look into the eyes of the one you like, you blush.
But if you look into the eyes of the one you love, you smile.

In front of the person you like, you can't say everything on your mind.
But in front of the person you love, you can.

In front of the person you like, you tend to get shy.
But in front of the person you love, you can show your own self.

You can't look straight into the eyes of the one you like.
But you can always smile and stare into the eyes of the one you love.

But when the one you like is crying, you end up comforting.
When the one you love is crying, you cry with them.

The feeling of like starts from the ear.
But the feeling of love starts from the eye.

So if you stop liking a person you used to like, all you need to do
is cover your ears.
But if you try to close your eyes, love turns into a drop of tear and
remains in your heart forever.

from : unknown source, because i kept the file in my flash drive :)

sekedar sebagai "life-reminder"


22 January, 2010

Menentukan Arah

Pikiran gw kembali ke pertengahan 2008, ketika satu hari engga sama dengan 24 jam dan langkah kaki dibayang-bayangi oleh deadline seminar skripsi. Kala itu, gw dan beberapa oragn temen seperjuangan lagi chit chat mengenai "arah". Mau kemana dan gimana kita setelah skripsi selesai, wisuda, dan udah ga jadi mahasiswa lagi. Simply, each of us of course wanted to find a great great job and wanted to be a useful person.

Itu idealnya, alias target, alias rencana, alias planning. Terwujud ato engga, kita sebagai aktor juga yang menentukan keberhasilannya. Gw masi ingat waktu itu kita berlima sepakat akan melakukan "yang terbaik" untuk menjadi yang terbaik. Semua udah punya rencana. Begitu juga gw. Kita sudah punya persiapan untuk arah yang akan kita jelang.

Kembali lagi ke kosakata rencana. Kita yang bikin, Tuhan yang memvonis bisa jadi kenyataan ato engga. Rencana gw mengalami perombakan total ga lama setelah gw wisuda. Tanggal 19 Februari 2009, dua bulan setelah gw wisuda, ayahanda tercinta dipanggil ke hadiratNya. Engga mendadak sih, tapi cukup membanting semangat hidup gw hingga retak. Salah satu "kejadian besar di tahun 2009" itu mutlak membuat semua rencana gw harus disusun ulang, membuat gw harus mempertimbangkan ulang kemana jadinya "arah" ini.

Salah seorang sahabat gw, yang udah lebih dulu wisuda daripada gw, and she's one of the best in our class. Salah satu lulusan terbaik, report akademik dan non-akademiknya sangat membuat iri. Hingga hari ini, gw belum mendengar any good news dari dia, berkenaan dengan karirnya. Gw belum mendengar dia udah dapat kerja di instansi ato perusahaan apapun. A huge WHY came in my mind. Bagaimana mungkin orang "sepintar" dia tidak juga mendapatkan pekerjaan hingga hari ini??

Ga perlu waktu lama untuk mendapatkan jawabannya. She couldn't leave her family; her spoiled brother yang ga bisa apa2 tanpa dia, nyokapnya yang sakit kambuh2an, dan neneknya yang,, kita ngerti lah. Dia bilang "kayaknya arahnya ya kesini deh, Put. Gpp deh, aku menikmatinya kok" Dia memutuskan untuk stay di Padang, dan menerima semua resiko dari keputusan dia sendiri.

jadi salut gw...

Dan gw??? "Arah" gw belum jelas, ga kayak sohib gw itu. Sepertinya "arah"nya emang kesini, ga jauh2 dari rumah, ga jauh2 dari kampung halaman. Ato mungkin menunggu arah itu dibelokkan ke tujuan lain yang belum jelas. Kemaren dapat kerja di UN yang buka kantor di Padang, tapi cuman buat tiga bulan. Dan sekarang udah nganggur lagi. Sebelum separation clearance (pemutusan kontrak) dikeluarkan, bos gw sempat menawarkan apakah gw mau bergabung untuk kantor UN yang akan dibuka pertengahan tahun ini di wilayah Indonesia timur (she said Papua!! aha) dan akan membutuhkan staff besar-besaran. Then I said yes, and my name is on her list.

Tapi apapun bisa terjadi hingga tengah tahun. Anything is Possible, andie said. Dan gw ga mungkin bersantai2 hingga tengah tahun dan kemudian terbang ke Papua untuk kembali kerja, kan? Sodara gw udah berulang kali menelpon, ngajak gw buat "pindah" ke Jakarta, menetap, nyari kerja, dan berkarir disana. Namun jawaban gw engga pernah pasti. Jawaban terakhir yang gw kasi buat menenangkan dia adalah "aku tetap masukin lamaran ke Jakarta, tapi kalo udah ada panggilan test ato interview, baru deh aku kesana"

Hufh, kenapa arahnya belum juga jelas??? :( :(


09 January, 2010

tribute to my broken-hearted friend

di awal tahun dua kosong satu kosong, gw mendapat kabar tidak mengenakkan dari seorang teman. Dia patah hati.

Err, yap. Patah hati.

Tepat sehari setelah kita sukses ngadain Gathering Kaskuser Reg. Minangkabau, jam tiga pagi dia mengirim sms mengabarkan bahwa dia telah kalah, telak, sebelum berperang. Gw ga begitu kaget membaca sms dari dia, karena hal itu udah kita; gw dan tmn2 yang lain udah prediksi sejak jauh2 hari.

Dia, temen gw yang patah hati ini, sebut saja namanya Nanda, bahkan belum memiliki strategi perang untuk mendapatkan sang Putri dan kini harus mengakui kemenangan pesaingnya. Nanda ga mau maju ke dalam medan perang, dia ga mau mempertaruhkan resiko apapun, karena takut kehilangan sang Putri. "Aku ga mau karena rasa ini aku jadi kehilangan teman baik aku, Put" jawabnya ketika gw menyuruhnya maju mendekati sang Putri. "Kenapa??" "Aku bahkan ga tau perasaan dia ke aku gimana." "Nah itu yang harus kamu cari tau, daripada masi meraba2 ga jelas kemana arahnya" salah seorang temen kami ikut ngasi saran. Nanda tetap ga mau. Aneh, jaman udah maju tapi masi ada juga cowok "penakut" seperti Nanda. Gw menghargai pertimbangan Nanda. Sang Putri, adalah teman dekatnya yang sudah dikenalnya sejak lama. Nanda takut, jika dia mengutarakan perasaannya pada sang Putri, pilihan jawaban yang ada akan menjadi ya dan tidak. Ya, maka proses pendekatan jadi semakin mulus. Tidak, maka notabene pastinya hubungan pertemanan mereka akan sedikit merenggang. Tidak ada opsi bisa kembali, cancel, atau undo. Atau seperti itulah pemaparan Nanda pada gw.

Lantas karena itu, dia tetap duduk dalam gelap dan menjadi pungguk merindukan bulan?

Sepertinya opsi itu udah diambil Nanda, my broken-hearted friend. Setiap kita onlen di YM gw selalu nanyain kabar dia dan dia selalu menanggapi dengan emoticon :( Dia bahkan menolak ajakan buat ikut Gathering Kaskuser di Bukittinggi, dan tak tergiur dengan ajakan makan gratis. "Aku butuh waktu buat mengobati luka ini", alasannya. Dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengobati hati itu, nan?? "Entahlah, Put", bahkan si empunya hatipun tak bisa memastikan.

Beberapa hari yang lalu, seorang sahabat memberikan quote ini ke gw:
"Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan lagi jika mencintai seseorang dan tidak pernah punya keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya."

Tiba2 gw teringat Nanda. Tiba2 gw berandai-andai. Seandainya Nanda punya sedikit keberanian saja, satu langkah saja untuk maju. Seandainya dia berani bicara pada sang Putri, mungkin semua ini ga akan terjadi, mungkin ga akan seburuk ini, mungkin juga pengaruhnya tak akan separah ini. Namun dia udah memilih untuk menyimpan, mengubur, membunuh rasa yang udah dipendam sekian lama daripada harus kehilangan seorang teman. What a sacrifice, betapa tersiksanya.

Gw pernah berada di posisi Nanda, dengan keadaan yang lebih buruk. Dengan mendengar cerita Nanda gw seperti berkaca pada gw di masa lalu. Namun kala itu si pungguk sudah mengatakan pada bulan betapa dia sangat ingin memilikinya. Namun sang bulan menolak dan memilih untuk tetap berada dalam pelukan langit, apalah daya si pungguk, bahkan untuk meraih si bulan pun ia tak sampai. Hingga pada akhirnya si pungguk menyerah kalah pada keadaan dan kemudian bangkit tegarkan diri.

Tiba-tiba seraut wajah dari masa lalu muncul merebak di ingatan. Lucu, kali ini gw bisa tersenyum tanpa beban mengingat dia. Sepertinya rasa itu udah menguap tanpa sisa. Kurus, your position in my secret chamber has succesfully been replaced. No regret, i hope.

Satu cerita yang sama dengan tindakan yang berbeda, bagaimana gw dan Nanda bisa memiliki sikap dan pertimbangan yang berbeda membuat kisahnya jadi lebih menarik. Di satu sisi, gw menyesali tindakan Nanda yang tidak berani "maju". Di sisi lain, gw salut dengan pengorbanan perasaannya daripada kehilangan salah seorang sahabatnya. Hidup ini kejam, jenderal!! :(

Nan, semoga ini pilihan yang terbaik. Semoga kamu bisa mendapatkan pengganti sang Putri dengan cepat, bro. Berdukanya jangan lama-lama yah, nan. Kita tunggu di Bukittinggi, 31 Januari nanti :)


--- tribute to Nanda, my broken-hearted friend ---

28 July, 2009

What Are You Aiming???

It's been a while, since my truly last post :D how are you all, dearest bloggers? What've keep you busy lately? work, school, paper, hang-out friends, family, social groups?? Or is it just you and yourself??
Opsi terakhir yang telah menyibukkan gw beberapa minggu terakhir. I didn't mean to be MEAN, self centered or whatever people name it, but i think i never have enough time for myself.
Gw sering berpikir, menyediakan waktu untuk diri sendiri saja 24 jam sehari rasanya tak cukup, bagaimana jika gw harus menyediakan waktu untuk orang lain? memangnya apa yang gw kerjakan?? ehm, NOTHING in particular. Status gw masi pengangguran, yang gw sendiri ga tau akan bertahan sampai kapan. Oh GOD, do i have problem with my time management?? Kenapa gw jadi ngabisin waktu dengan percuma yah?? I think i REALLY need an organizer, a manual one :f

Kebanyakan waktu yang terluang gw habiskan dengan membaca novel, menonton pilem, online di facebook, twitter dan YM (ini yang paling menyita waktu, tenaga dan pulsa) Namun ada kalanya gw memberikan waktu bagi diri gw untuk berpikir tentang apa yang telah, sedang dan akan gw lakukan. The most bugging question that always comes to my mind lately is what exactly do you really want in your life, what will you wanna be in your life? Apa sih sebenernya yang lo cari dalam hidup, apa cita-cita lo sebenernya??

What are you aiming in your life??

Setiap manusia memiliki tujuan hidup yang berbeda. Dan ga semua mereka berhasil mencapai tujuan yang udah mereka tetapkan itu. Suatu ketika di persimpangan jalan, mereka harus memilih, tetap dengan tujuan utama, atau berbelok menuju arah lain. Seperti hukum ketiga Newton; Aksi memicu reaksi, semua pilihan ada konsekuensinya. Jika dijalankan dengan niat yang tulus, Tuhan tetap memberikan yang terbaik untuk mereka. Temen gw yang takut sama jarum suntik, berhasil menghilangkan rasa takutnya, masuk sekolah Bidan dan sekarang mulai menikmati menyuntik2 orang. Tetangga depan rumah gw yang bercita-cita jadi Dokter, sekarang malah menjadi usahawati yang sukses bersama dengan saudaranya.

Gw masih ingat ketika gw SD, disaat guru bertanya tentang cita-cita kami, gw menjawab asal ingin jadi Dokter. Mungkin karena waktu itu profesi dokter sangat agung/terkenal kali yah?? Ketika SMP, di saat semua orang mulai dengan kata profesor, astronot, pilot yang muncul di iklan2 televisi, gw ngasal pengen jadi pilot. Tahun pertama di SMA, pertanyaan yang sama ditanyakan oleh guru Agama, jawaban gw mulai sedikit diplomatis; pengen menjadi anak yang berbakti bagi keluarga, bangsa dan agama. Yaah i know, bener2 jawaban yang pas dari seorang anak kelas 1 SMA. Namun gw terkejut ketika gw menyadari jawaban ini masih terlontar ketika gw disodorkan pertanyaan yang sama di saat gw dalam proses persiapan mau nyusun skripsi.. Really unapproriate!! bukan jawaban yang pantas dikeluarkan oleh seorang mahasiswa!

Pertanyaan yang sederhana, bukan?? Sampe sekarang pun gw masih bingung jika seandainya gw lagi-lagi disodori pertanyaan yang sama itu lagi. Ketika gw udh lulus dan udh menyandang predikat sebagai seorang engineer pun, gw belum menemukan jawaban yang benar-benar tepat untuk jawaban itu. Mungkin lebih baik gw menjawab "gw mau jadi artis" atau "gw mau penulis novel terkenal" hhh.. Paling tidak, jawaban ini lebih memiliki orientasi yang jelas walaupun upaya implementasinya masih nol besar. Namun gw ga mau melontarkan sebuah statement yang isinya angin doang, sori niru iklan dikit. Menurut gw pribadi, ga ada yang bisa mengukur kemampuan dan kapabilitas kita kecuali diri kita sendiri. Nobody knows about us better than ourselves.

Menjadi engineer atau sarjana teknik sama sekali ga ada dalam pikiran gw. Bahkan yang masukin jurusan Teknik Industri menjadi salah satu pilihan Jurusan di dalam formulir SPMB itu bukan gw, BUKAN GW!! hahaha, my friend did that. Gokil yah? Pilihan ini diambil di saat detik-detik terakhir penyerahan formulir ke sekretariat panitia SPMB di sebuah kantor bimbingan belajar yang gw ikuti kala itu. Ketika gw nanya kenapa dia milihin jurusan itu buat gw, dengan santai dia menjawab "asik aja denger padanan katanya, Teknik dan Industri. Kalo Teknik Elektro kan udah biasa, apalagi Teknik Mesin. Lo pernah bilang ogah masuk TE krn takut kesetrum apalagi TM karena ga hobi sama mesin2, jadinya ya gw pilihin TI aj, biar adil, ada dua-duanya."

Dia juga milih TI tanpa alasan yang jelas, but unfortunately she didn't make it. Sejak SPMB kita kehilangan kontak (jaman gw bimbel mana ada handphone, mw tuker2an alamat pun juga gengsi tingkat tinggi) namun ketika kuliah gw pernah liat dia lagi di bus kampus pake seragamnya anak Poli, syukurlah ternyata dia kuliah juga. The worst thing is, i can't even remember her name, fak!!

Dan gw berharap bisa nemu tujuan utama hidup gw via title ini. Ehm, tentunya masih berlandaskan "anak yang berbakti pada keluarga, bangsa dan agama" :D :D

Temans, apa sih tujuan utama hidup lo??

28 May, 2009

Fanas², Semangat, Semangaaattt....

Konsentrasi,, fokus, hufh...
Ngeliat² jumlah postingan yang kian menyusut, kayaknya saya mengalami penurunan semangat untuk posting. Seperti lilin yang akan redup, seperti kompor yang kehabisan minyak, seperti matahari yang mau terbenam. Posting bukan sebuah kewajiban, memang. Bukan juga demi kepentingan golongan atau kelompok tertentu, namun kadang merasa ada yang kurang kalo ngepost sesuatu, tentang info² penting atau tentang suatu perasaan yang muncul di hati. Haduh haduh, pokoknya jangan sampai angka nol atau status about blank deh muncul dalam pikiran :c

Ya ampun kota Padang setiap hari ditimpa sinar matahari non stop, cuaca panas terus menerus, efek positipnya jemuran cepet kering, efek negatipnya kulit saya juga ikut-ikutan kering, keringat berlebihan muncul serampangan hingga mandi dua kali sehari pun rasa engga cukup. Listrik juga sering padam karena (kayaknya) PLTA mulai mengalami gejala dehidrasi hingga ga cukup buat membangkitkan listrik untuk seluruh area distribusi.

Cuaca kayak gini kadang² bikin seorang pengangguran seperti saya bingung mao ngapain. Mau jalan² keluar, kayak ke pasar, swalayan, mall ato sejenisnya, jadi males, karena sumpah fanass banget! Mau stay at home tidur²an ato benah² kamar, juga ga asik aja karena panas bikin saya cepet keringatan. Mau berendam di bak mandi, kalo tiba² keenakan berabe juga kalo ada yang gedor² pintu kamar dari luar, secara kamar mandi kan fasilitas umum. Mau pasang AC?? Hehehehehh, gile aja gw, mana ada duittt!! :O

Cuaca fanas juga cenderung merubah mood ati dengan drastis diluar perkiraan. Bagi saya sih, panas ga panas, mood saya emang unpredictable terus (bangga atas sebuah kejelekan diri sendiri, hehe) tapi anak² kosan ikut²an mengalami hal serupa. Pergi kuliah, senyum dikulum, wajah sumringah. Pulang ke kosan keadaan semraut, wajah manyun, keruh, kucel ato apalah kata² yang bisa dianggap mewakili "bad mood" hehehe. Kala malam menjelang, rata² udah hepi lagi (mungkin karena posisi mentari udah dikudeta sama bulan atau bintang² sehingga ga panas lagi) atau ada yang menunggu diapelin pacar (hehe) atau senang aja tanpa alasan yang jelas (biasanya ini saya yang sering ngalamin)

Cuaca fanas jualah yang bikin saya males posting (hehe, ngeles bangeett) ingin rasanya bikin preparation file dulu di kosan (begitu onlen langsung dipostkan, dan selesai) tapi terkadang bikin preparation file di kosan banyak godaannya. Anak kosan ngajak nonton pilem lah, ngegosip lah atau bikin geger kamar dengan hal² yang ga jelas. Pastinya file tersebut ga akan selesai. Ga jarang mereka membaca apa yang saya ketik dengan volume keras, malu! Hehehe, aneh yah?! Saya lebih suka orang² membaca postingan saya ketika telah dipublish ketimbang ketika postingan masih dalam proses pengetikan, sensasinya aneh dan berbeda jauh.

Topik postingan kali ini ga ada sih, alias null, alias bilangan kosong, hehehe. Cuaca panas bikin mood postingan yang agak berbobot a.k.a postingan yang memiliki topik sedikit merosot. Betapa panas dapat merusak suasana hati, betapa panas bisa menghancurkan rencana yang udah disusun, bisa bikin degradasi semangatt :f Hufhh, malam ini saya mao shalat minta ujan dulu, biar Tuhan mau menurunkan hujan untuk Padang, panasnya udah keterlaluaannn...

Temans, jika kalian berada dalam fase bad mood dikarenakan panasnya cuaca, persis seperti apa yang saya alami sekarang, apa sih kegiatan yang akan kalian lakukan?? *it's also the question asked by uda ZQ to me minutes ago :D* U can write it down in your comments. Haduh, tiba² aja jadi kangen sama es krim. Ada yang mau beramal traktir saya ga yah?? Akhir bulan keuangan menipiss, gmn uda ZQ?? :z

PoetZ Over and Out



PS : Lagi deg²an menunggu hasil seleksi administrasi PUSRI. Katanya keluar malam ini jam 10. Jikalau lulus, maka segeralah saya bertolak ke Palembang buat tes psikotes hari Minggu ini. Wish Me Luck guys,, :y

Semangaaattt...!!!

21 April, 2009

About My New Culinary Partner :D

Tidak, tidak.. Saya engga membahas tentang masakan kesukaan saya kok. Saya juga ga cerita tentang cara memasak yang baik ato berbagi resep masakan. Sama sekali engga! Cuma mau cerita tentang gimana item nomor satu di wishlist saya akhirnya jadi kenyataan. Dan apa hubungannya dengan kuliner? Hehehehe,, ada donk. Lihat aja entar ;) As i promised yesterday, I'll share you the story of my first meeting with uda Zeki hari Minggu kemaren. Belom kenal dia?? Kenalan dulu di blognya aja deh. He is one of Padang's blogger and also my senior, yaa walo beda jurusan tapi tetep sefakultas; dia hobi main² sama listrik, saya hobinya main² sama pabrik, heheheh. Ternyata dia ngeblog lebih lama daripada sayah :D dan dialah *pelaku* orang yang menolong saya mewujudkan wishlist item # 1 ituh :p
Bagaimana bisa?? :o
Hieheheheheh,,, here's the story :x

Semuanya terjadi tanpa rencana *tsaaaah* ajakan buat kopdar ini *suit suittt, hahhaahahh* ini bermula dari chatting di hari Minggu sore saat saya lagi asik² ngaskus. Unfortunately history chatnya udah ga ada *sekalipun ada, kalian butuh translator untuk memahaminya, temans. Pan pake bahasa Minang :p* tapi bayangin aja; belom pernah ketemu, ga ada angin ribut ga ada petir, langitpun tak gelap, panas badan saya pun normal, tiba² dia, si uda Zeki inih, ngajak saya jalan², katanya sekalian untuk mewujudkan keinginan yang ada di wish list saya itu *dan sekalian kopdar perdanah, hiahahahah*

Awalnya sempet ragu, ini beneran ga nih? Ato dia nyindir aja karena saya belom (engga) post tentang wish list item #4 (which was pecel ayam, yang udah jadi kenyataan sabtu malam, thanks to temen kosan :D) tapi begitu diminta nomor hape buat konfirmasi ini-itunya entar, barulah saya sadar; INI BENERAN!! Mana si uda kalo ga salah pake bilang² dia mao tes ke Jakarta, trus kalo udah ke Jakarta engga tau bakalan pulang kapan *pertemuan pertama dan terakhir, farewell party donk?!?!*

Heuheuheu, susah ceritain detailnya *susah ato engga mau?!* tapi yang pasti, akhirnya saya jadi juga ke Pantai "tapLau" Padang :z :z yeah yeahh.. Engga bisa persis seperti apa yang saya inginkan karena gila tapLau rame pisan euy. Dari ujung ke ujung, yang keliatan cuma kepala orang aja, yang lagi duduk² ato yang lagi jualan, motor² lalu lalang, mobil² lagi parkir, saya sampe engga bisa liat aer laut. Bahkan kita nyaris susah jalan karena jalanannya rame bangett :f

Setelah dari tapLau, habis magriban di mesjid, kita ke Toko Buku Gramedia, dia bilang ada buku yang mao dibeli. Muter² pusing hampir sejam ternyata buku yang dibelinya adalah Kambing Jantan-nya Radith yang new cover :r hadoh hadoh, no comment deh. Dari toko buku, kita akhirnya pergi makaaaan. Tempat makan pertama yang kita kunjungi adalah kebab di Jalan Veteran. Padahal sebelumnya dia sempet nyeletuk pengen makan pangsit Adabiah ato pecel Ayam Patimura, tapi nyasarnya ke Veteran, deket² Gramedia juga. Dodolnya, pas lagi ngunyah² kebab, dia bilang "Mie aceh kayaknya enak deh, Put" dengan muka lugu ga berdosa di hadapan saya yang lagi kesusahan menghabiskan potongan kebab, "makan mie Aceh yuk" hadoh untung saya engga keselek dengernya.
Hieheheehehe, inilah kenapa saya kasih judul my new culinary partner alias partner kuliner yang baru. Yupee, sepertinya saya menemukan partner kuliner saya yang baru nih. Karena dalam sekejap dia bisa mikir setelah makan makanan A selanjutnya mo makan makanan B ato C.

Ups, sepertinya saya belom cerita yah, mengenai hobi saya ini :t Hehehehe, saya lagi gemar²nya berwisata kuliner, nyobain masakan/makanan apapun yang ting, tiba² muncul di pikiran, dan sangat tergoda untuk mencoba makanan yang belom pernah saya coba sebelumnya. Kegiatan ini udah menjadi hobi semenjak saya lulus kuliah, dan udah jadi rutinitas karena minimal sekali seminggu wajib dikerjain. Sendirian?? Engga juga, saya cenderung engga berani, hehehe. Saya punya partner, dua orang cowok gila bin ajaib. Tapi udah semingguan udah engga berwisata bareng mereka karena ada yang mudik ke Jambi. Makanya ketika bertemu uda Zeki inih *dimana dia blom tau kegemaran saya berkulineran* dan melihat kedodolan dia saat makan, kayaknya dia cocok deh jadi partner kuliner sayah, jiahahahahahh.

Engga jadi makan mie aceh, akhirnya kita, eh dia aja makan sate di Hayuda. Oh My Goat no way, buset dia masih sanggup nelennya. Saya jadi semakin yakin kalo lambung pria itu kapasitasnya lebih besar dari lambung wanita :s
ZQ : Emangnya kenyang makan kebab aja?
Me : Kayaknya iya deh, ni perut udah penuh nih.
ZQ : Penuh ato kosong?? Cobain satenya deh, ga enak lah, saya makan sendiri aja.
Me : Kembung nih, da. Efek engga makan siang tadi, jadi gini deh. Biasanya masih sanggup *halah* gpp lah ud, biasa aja kok.

Hihihii,, engga butuh waktu lama buat ngabisin sepiring sattee.. dan tepar juga dia akhirnya, kenyaang, haghaghag. Dasar.. Untung masi sanggup nganterin saya pulang, kalo engga?? wew...
Hufhh, i was feeling lucky that day, hehehe. Thanks ya uda ZQ, atas traktirannya. Kalo dlm bulan ini anda belom ke Jakarta juga, sering² lah traktir saya :v padahal sama² pengangguran gitu.

Dan pendapat saya tentang seorang ZQ? Hmph, no comment!! Biar disimpen buat sendiri aja, tenang aja ga ada yang jelek² kok, bagus² semua *udah disogok sama kebab duluan sih* entah bagaimana saya sendiri juga takjub, pada pertemuan pertama aja kita udah bisa ledek²an kayak udah kenal lama. Dan yang pasti, dia adalah kandidat yang pas buat dijadiin rekan kerja kuliner saya, hiehehehehe... Gimana da ZQ?? Anda bersedia?? hihihihi...

Beuhhhhhhhh,, panasnya Padang lebih parah dari kemaren. Kalo gini jadi kangen sama hujan nih, haduuh.. perlu sholat minta hujan dulu ga nih ya??

PoetZ over and out >>

PS : Selamat Hari Kartini, semuanyah. Maju terus blogger² perempuan Indonesia :~



20 April, 2009

Postingan Aneh Kala Panas Begitu Menyengat, fiuhhh...

Bingung, dunia udah makin anehh aja..Penemuan² dan penelitian menghasilkan benda² keren yang kadang bikin kita geleng² takjub plus geleng² istigfar. Di satu sisi, kita mustinya bangga, tapi di sisi lain harus kawatir juga melihat dampak negatifnya pada adek² kita, para generasi penerus bangsa (kayak udah tua aja) Hiehehehehh, bingung ya?

Entah kenapa fokus pikiran saya bisa dialihkan ke hal² seberat perkembangan handphone. Buset pembahasannya berat bangett, hihihihi. Tapi engga lah, ini kan murni pemikiran saya aja. Masih ingat jaman tempo doeloe, waktu saya masih SMPan, ada tuh pilem Cina dimana oom Jackie Chan masi muda dan kurusan, saya sering liet tuh, tokoh penjahatnya pake hape segede gaban, seukuran batu bata trus ditenteng kemana². Waktu itu udah bangga banget bisa megang sebuah benda ajaib pake layar (walo kecil) trus kalo dipencet, to-ni-not-ni-not, eh bisa ngomong. Kalo lagi terdesak bisa juga dipakai buat nimpuk anjing :D

Trus pas saya kelas 2 SMA, keluar lagi dah, terobosan baru, hape ukuran kecil. Masih inget waktu itu, temen sekelas mamerin benda fenomenal ituh. Kalo ga salah merknya Siemens. Wow ekspresi kebanggannya aja udah teramat sangat. Utak atik, pencet², huh bikin mupeng sajah :f

Hingga saya memiliki hape pertama saya sebulan setelah saya mencium bangku kuliah, saat itu teknologi "semakin kecil semakin keren" lagi jadi tren. hape pertama saya kalo ga salah Nokia 3530. Trus setelah dua tahun pake karena bosen :D akhirnya saya ganti ke Sony Ericsson K500i yang lebih kecil dari Nokia 3530 (keliatan kan korban trennya :c)

Tiga tahun berlalu sejak kepemilikan pertama saya atas handphone, hingga muncul lagi teknologi² yang kian aneh aja. Muncul handphone² baru dengan ukuran² besar! Kalo ga salah pelopornya Nokia dengan produk besar² pertamanya seperti 3650, 3660, dan yang paling booming kala itu adalah 9300 Communicator Version :d Hadoh hadoh.. handphone bukan barang mahal lagi, bukan lagi barang lux yang masuk kategori kebutuhan tersier, tapi udah masuk kategori primer!! Udah bersanding sama sandang pangan papan :f Bersamaan dengan itu muncul juga kerabat jauhnya hape si PDA sama GPS (eh, GPS masuk gitu?!)

Dan kini muncullah BlackBerry alias BB dan pesaing terbarunya iPhone 3G from Apple. Ukuran mereka udah kayak ukuran hape pertama yang saya liat di pilemnya Jackie Chan waktu saya masih kecil, tapi teknologinya udah memasuki tingkat nano. Udah kayak laptop aja tuh si iPhone :D Hufhh...hape kembali ke ukuran besar², teknologinya udah pada maju² tapi dengan harga yang pengangguran-kayak-saya-kagak-mampu-beli-jadi-engga-ngarep-deh. Ga masalah lah, saya tetep cinta mati sama Sony Ericsson Z610i yang udah jadi soulmate saya sejak 2007 kemaren. Meskipun udah butek, udah lecet, sering kebanting sampe pingsan, sering dikasi minum, sering dibongkar² dengan insting ke-soktahu-an hingga error, dan sekarang udah ada saingan sebuah handphone CDMA sekalipun, kamu tetap nomor satu di hatiku, sayang (beuuuuuuuh..) :r

Suddenly one tiny comparison stopped by in my mind..
Perbandingan kecil tentang betapa besar pengaruh teknologi jaman jebot doeloe dengan jaman sekarang.
Doeloe, hape adalah barang mewah, memiliki sebuah hape yang merupakan portable home phone ini adalah mukjizat tak terkira. Tak terkira rasanya bisa menelepon siapapun yang diinginkan dimanapun kita berada.
Sekarang, membeli hape seperti membeli pakaian saja. Nanotechnology bikin kita rada gengsian punya hape yang (minimal) ga ada kameranya, ga ada bluetooth, ga ada mp3 playernya, bla bla bla (I've been there, mates :D)

Dan hasil perbandingan dari dua poin di atas adalah:
Sekarang, pornografi di Indonesia udah memasuki stadium akut!! Sekarang anak² kecil udah tau dan ngerti apa itu pilem porno dan istilah² porno, bahkan udah ada yang liat. Kemaren saya baca sebuah artikel, yang mengatakan bahwa pilem porno buatan lokal alias asli Indonesia itu rata² diproduksi menggunakan handphone, dengan format rata² 3gp ato mp4. Dan jika dirata-ratakan, angka produksi mencapai 50 rebu dalam satu hari. Hoadoh... :f
Doeloe, hmmph.. i bet you all know the answers. Ga perlu dijelasin lagi, kan?!

Padang sangat panas sekali,, fiuh..
Coba bak mandi saya portable, ada stop kontaknya sama ada kaki. Udah saya ajak juga mangkal ke depan komputer ini :p

Hanya sebuah postingan aneh di kala panas sangat menyengat..
PoetZ Over and Out..

PS : I met Uda Zeki yesterday, and just at our first met he made one item in my wish list came true :L akhirnya jadi juga ke Pantai "taplau" Padang. Jiehehehehe, i'll share the story in my next post..


16 April, 2009

Life Observer

Kemaren sempet chat bentar sama uda Zeki, seorang blogger yang ternyata juga senior saya seFakultas. Baru kenal 2 bulan sih kalo ga salah, tapi saya udah merasa sedikit lebih dekat aja sama beliau dibandingkan dengan kenal orang lain dalam jangka waktu segitu (kalo uda Zeky nya ga mikir demikian, ya gpp kok, hehe) Kita belom pernah ketemu, so the conversations about how we knew each other only happened via YM and facebook. But, the conclusion of our yesterday chat was,,, nothing. hehehehe.. Ya adalah, i knew that he claimed himself as life observer, observing everything he sees around him (he admitted it through his blog) and yesterday he observed me, too. I, once, used to claim myself as life observer too, until i got confused and blinked out about what and who is exactly a life observer.

Udah tanya ke om gugel, tapi engga nemu definisi yang bisa mewakili kata² life observer ini. kalo diIndonesiakan artinya lebih ke mengamati kehidupan. Secara gamblang, dapat diartikan sebagai kegiatan mengamati apa yang ada di sekitar kita, yang kita liat, kita sentuh, kita alami, ataupun yang kita lewatkan dan pada akhirnya kita tau kalo hal itu terjadi di belakang kita.

Alasan saya berhenti mengklaim diri saya adalah karena saya ga merasa pantas sebagai life observer. Padahal saya sangat menyukainya, tapi entah kenapa saya merasa gagal. Saya mencoba menjalani kehidupan yang dianugerahkan oleh Tuhan ini apa adanya, sesederhana mungkin, ga perlu ribet², tapi akhirnya saya malah menyadari saya begitu egois dalam menjalani hidup (hmmph, begitulah yang saya rasakan,,)

Kesadaran ini muncul ketika saya mulai mencium bangku kuliah (bangku kuliah saya ada bibirnya lho) tahun 2003. Masa itu adalah kali pertama saya memberanikan diri menapaki kota Padang yang puanaass tanpa ada mama dan papa di sisi, maksudnya saya harus ngekos, hidup mandiri. Mandiri dalam segala hal, adalah harapan orang tua dan keluarga saya. Tapi kayaknya harapan itu ga kesampean deh, duit jajan aja sekarang masi suka minta *hadooh, kapan dapet kerjaa nniii :c

Kuliah 5 hari seminggu plus agenda praktikum tidak memberikan saya izin dan space buat berleha² barang sejenak. Tapi 20 jam sibuk sehari, 4 jam rekonstruksi energi sehari, 7 hari seminggu, sempat kena tipus dan demam berkali² ternyata memberikan pengaruh positip; interaksi saya dengan teman² seangkatan lebih frekuentif, karena ga hanya berlangsung di kelas aja. Itulah salah satu kelebihan kuliah di Teknik (di kampus saya, based on my opinion and experience) a meaning of a friend is more than just a friend (maap inglishku rada kampungan) Jadi tau watak asli temen² kalo lagi di kampus, di lab, di luaran, lagi dikejar deadline, lagi pusing, lagi suntuk, lagi stress, lagi seneng, lagi pal in lup, lagi patah ati, hihihi, gado² deh..

Waktu itu istilah² keren semacam life observer ini belom muncul. Tapi situasi dan kondisi udah membantu saya untuk menjadi pengamat sekitar, hingga beberapa orang malah menjudge saya sebagai sosok yang tidak pedulian alias cuek abiss. Saya yang berniat menjalani hidup secara sederhana malah dicap seseorang yang egois dalam berteman dan tidak peduli dengan sekitar. Beberapa teman dekat saya bilang, sifat ini justru memberikan pengaruh positif bagi si pemiliknya. Namun ada juga yang udah telanjur mencap jelek. Menurutnya, cuek = egois = bukanlah teman yang baik, fiuhh :f

Huffh... sudahlah.. in the end, those didn't matter anymore.. Waktu yang mendewasakanku, dan saya yakin karakter apapun yang diberikan Tuhan, itu adalah yang terbaik bagi saya. Saya punya otak dan hati untuk menjalani semua yang telah digariskanNya. Semua orang bisa kok, menjadi life observer, karena itu profesi sejuta umat. Setiap hari, sadar atau tidak, kita pasti mengamati apa yang terjadi di sekitar kita, menelaah apa yang kita amati. Tapi hanya sedikit orang yang tau dengan profesi ini dan hanya segelintir dari yang sedikit ini yang mendedikasikan hidup mereka untuk mengobservasi kehidupan, menuliskan profesi sebagai life observer di KTP mereka. Maybe one day, I'll be one of them :x

Your parents can only guide you to the right direction. In the end you should learn from yourself, you should grow up by yourself.

Poetz Over and Out