Showing posts with label Sad Moment. Show all posts
Showing posts with label Sad Moment. Show all posts

07 April, 2011

*Srottt*

Current position : di depan laptop.
Items around : Segulung besar tissue, balsem, inhaler, handphone, lampu emergency, dan segelas lemon tea.
Current condition : Very sick! Punya peluang tinggi sebagai dalang dalam penyebaran virus pilek serta menabrak benda yang ada di sekitar tak terkendali.
Action taken so far : Minum obat batuk (yang sepertinya engga ampuh, at all), minum obat flu (yang juga ga mempan, apa karena virusnya udah kebal ama merk tersebut kali yah?)


What a hard day. Kehilangan nafsu makan, kepala terasa berat dan hidung mampet tiada henti yg membuat gw megap-megap bernafas lewat mulut. Malam kemaren gw nangis sampai tertidur. Tak lama setelah kembali dari rumah duka, gw kasi kabar ke mama, dan tak terasa air mata udah berlinang aja. Nyokap shock, gw apalagi. Rasa kehilangan yang teramat itu baru kerasa setelah "gw kembali dari denial box gw". Gw ga sempat say goodbye dengan jenazah, karena nyampe di rumah duka aja udah menjelang magrib. Nyampe rumah, masuk kamar, cari poto2 kita waktu SMA, dan gw mewek lagi. Besoknya gw bangun dengan mata bengkak dan hidung mampet. Gw resmi batuk pilek. *Sroottt*

Gw pernah ngetwit tentang ada/engganya musim mati. Musim kawin, ada. Musim kelahiran, juga ada walo ga banyak. Kenapa ga ada yg nyebut-nyebut musim mati yah? Musim dimana banyaknya nyawa yg berpulang. Kondisi itulah yang gw alami saat ini. Beberapa hari ini gw udah mendengar 5 berita duka dari lingkungan gw; sahabat gw ini, adeknya senior gw, tetangganya junior gw, neneknya temen gw di forum dan senior kuliah gw yang meninggal karena kanker lidah bulan kemaren. I'm stunned.

I know, kematian itu pasti. Terkadang sekelebat muncul perasaan "menolak" ketika kenyataan akan kematian itu di depan mata. Perasaan yang datang dari bawah sadar dan ketika kemudian menghilang, barulah kita tersadar kalau kita lagi-lagi telah ditinggalkan.

Ah, sudahlah. Kematian itu beyond infinite. The only hope was I wish I could be strengthened. Especially now, gw harus bisa ngelawan pilek ini. Padahal Februari kemaren udah batuk pilek juga, kok datang lagi?

*Srottt*

Bukittinggi,
7 April 2011

05 April, 2011

A Very Sad Wake Up Call




Betapa kelahiran dan kematian, hidup dan mati, jiwa yang datang dan pergi itu seperti lembaran-lembaran tipis nan misterius dari serangkaian proses kehidupan yang ada di dalam "buku tebal" yang berjudul dunia fana ini. Lembaran yang kita ga tahu kapan "robeknya", lembaran yang kita ga tau kapan berganti bab, yang kita ga pernah tahu kapan buku tebal itu akan "ditutup" dan diganti dengan "buku" yang baru. Hanya Sang Pencipta, Allah SWT yang tau dan bisa mengatur segala sesuatu itu dengan sangat mudahnya.

Tiap-tiap jiwa akan merasakan mati; dan Kami menguji kamu dengan kejahatan dan kebaikan sebagai cubaan, kemudian kepada Kami kamu akan dikembalikan. (21:35)

Dia yang menghidupkan, dan mematikan; apabila Dia menentukan sesuatu perkara, Dia hanya berkata padanya, 'Jadilah', dan jadilah ia. (40:68)

Mereka berkata, 'Tiadalah ia, melainkan kehidupan dunia kita; kita mati, dan kita hidup, dan tiada yang memusnahkan kita melainkan masa.' Mengenai itu mereka tidak mempunyai pengetahuan; mereka hanya menyangka. (45:24)




You're used to be here, around us, and now you're not..
you're used to smile to me and to us. And now we cry for you..
good bye, my very good friend,
and yes, until we meet again..
...انّا للہ و انّا الیه راجعون


In a Sweet Memoriam : Deri Pringgiadi Putra, ST
(27 Mei 1985 - 05 April 2011)


A very sad wake up call,
Padang, 05:50 WIB