Showing posts with label Ngehe. Show all posts
Showing posts with label Ngehe. Show all posts

05 August, 2016

Roti Cokelat di DPRD

Hari ke lima di bulan Agustus.
Hari ke lima di atmosfer kerja baru.
Hari ke lima di pekerjaan baru.

Akumulasi dari idle-nya gw beberapa hari ini menghasilkan satu tugas baru; kemarin disuruh atasan untuk menggantikan beliau untuk hadir di rapat Paripurna DPR Daerah. HAHAHAHAHA! Ya sih, kepikirannya kayak apa banget kan ya. Dateng untuk hadir di rapat DPRD. Ruang dan suasana megah dengan acara yang khidmat dan bertemu berbagai macam jenis dan rupa politikus. Kenyataannya?

Gw dateng on time bro! Habisnya di kantor lagi ga ada kerjaan, sih ya. So bergegas lah ke DPRD belagak jadi seseorang yang tepat waktu pula kita. Dan layaknya kebiasaan orang Indonesia yang susah hilang, sih, rapat baru dimulai jam 09:50 WIB. Molor lima puluh menit. Lalu kerjaan gw? Cuma duduk diem sambil ngemut-ngemut roti cokelat sambil denger pembukaan oleh Bupati yang suaranya kayak Optimus Prime di kuping gw. Sound system-nya ga cihuy. So kaga tau dah si Pak Bup ngomong apa.

Dan dari hampir enam puluh menit pembukaan oleh si Bupati dimana kosakata yang gw paham cuma kata APBD, sesaat kemudian rapat usai. Atau dipending, karena ishoma. Teuing sumpah. Udah lah molor sejam, pembukaannya sejam, lalu bubar jalan. Anying pisan.. Ga lagi gw hadir untuk rapat siang. Mending balik ke kosan untuk nonton Upin Ipin. Dan berharap buat ga usah balik ke kantor sampe besok paginya.

Kelamaan gabut ga enak juga, ya kan?

09 March, 2014

Humans..

Minutes ago, I happen to log into Facebook and accidentally visited one of my long-time-no-contact-college bff's profile. Surprisingly, I was kinda amazed by her timeline/feeds. Oddly, that's also the moment when I stupidly realize the reason of all of her absences in our interactions via soc-meds and chat-meds was, that.

She's already at the other continent of the world.
And I felt that I'm the last person knowing it.

Damn, where the hell have I been all these time?

*jedot-jedotin kepala*

Lately, consciously or not, I often judged one, two or somebody around me for being live in small-circled-life (similar pattern of self-centered, or so I define) but mostly I ignored that the same thing might happen to me.

And,
it happened, before I realize.

Argh, humans..
Always look down on others first without concerning the same matter may strike back.
Always judge from the appearance, the appetizer, the cover. The main dish will be considered later.
Never get satisfied on anything. Not even a tiny little thing.
Mostly forget on being thankful when in joy, and cry in loudness to God when in sorrow and pain..
Mostly just talk. Good style covers the words. Act less. *just like what tv-ad said*

Selfish. As if it was born along them.

And so on, and so on, etc.
Words are infinite.

Maybe I should rearrange my life schedule, hour per hour.
Started with finding a new job, maybe? Which seems tempting for me.

Maybe. I should start it. Really soon.


damn, this job must have stressed me to its limit while
two days off in a week no longer enough
and tomorrow comes another Monday already..

03 November, 2013

Things I Loathe Recently..

Kamis minggu yang lalu, bertepatan dg akhir Oktober, begitu sampai kantor langsung denger desas-desus yang gak enak. Dua orang pegawai CS (Cleaning Service) kantor diberhentikan mendadak dan diminta untuk tidak lagi datang bekerja esok harinya (Jum'at). Alasan PHK juga gak jelas, cuma dibilang kalau budgeting kantor lagi gak stabil. Wtf?!

People in this building aren't stupid. Yet mostly lack of finding out what's exactly happening with those 2 CS Staff. Semua (termasuk gue juga, damn!) bisa bilang "Kasian, ya." dengan gampangnya tapi cuma sampe situ doang. Me? Paling tidak gue udah mencoba nyari tahu walo akhirnya yang ada gue kesal ga jelas ke siapa. Alasan PHK terlalu mengada-ada, kata temen gue yang di Keuangan. Budget untuk CS dkk tiap bulannya udah dianggarkan dari HO, bahkan melebihi pengeluaran rutin jadi totally ga ada sama sekali make kasnya kantor sini. Wadefuq itu yang ngomong budget kantor lagi ga stabil ngehe abis. Belum lagi the "SuperBoss yang khusus ngurusin masalah SDM ini lagi kaga ada di tempat dan sante banget pas ditanya via sms jawabnya "Saya gak tau menau tentang itu coba kamu tanyain ke si anu si itu.." Omfg Pak, modus banget itu alasannya. At least you can say tiny thing but helpful or small solution since it's all about somebody's future, dibanding malah ngoper lagi ke orang lain. Bloody hell!

The worst thing to be working in state company is, semua prosedur/mekanisme itu udah ada urut-urutannya. Lo gak bisa ngomong ke the very-super-Boss tanpa sepengetahuan/seizin SuperBoss, tentunya juga setelah diomongkan dengan boss lo. Another case, few weeks ago. AC di musholla dua-duanya butuh diservis. None stands the hot weather when we do the praying, dude. Dua kipas angin engga cukup mengakomodasi kebutuhan jamaah musholla. And so, permintaan servis AC udah dilayangkan ke pihak terkait di hari pertama AC itu rusak. Gue tau alasannya udah pasti efisiensi. Until I write this, totally no response.

Saking emosinya gue dan beberapa temen2 udah greget mau nyari tukang servis sendiri dan patungan bayarin servisnya. Ya berapalah yaa kalo patungan, pasti ga berat di dompet. Tapi begitu dinasehatin ama senior lain, tetiba gw jadi ilfil.

"Ngomong dulu deh ke bagian Tata Usaha, ntar Bapaknya marah lagi karena kalian servis AC ndiri-ndiri aja."
"Ngapain pake ngomong? Ngomong ato engga efeknya sama aja. Kalo ngomong, dia pasti ga ngasi izin dengan alasan bla bla bla. Bagusnya malah gak diomongin sama sekali, toh dianya juga gak rugi, duit gak keluar, AC tau-tau udah bener."
"Iya tapi nanti pas ada tukang servis masuk tanpa sepengetahuan dia bisa makin panjang masalahnya. Masi lama dia itu pensiunnya itu."
"Grrr apa perlu masalah kek gini langsung gue cut off ngomong ke Kadivre aja nih, mumpung doi sering mampir ke ruangan gue? Mau solusi efektif aja sampe muter-muter gini jalannya!!"


Dia diem..

Akhirnya, lama-lama semangat gue luntur juga. Then, I quit yelling.
Dan kembali ke masalah si mbak-mbak CS tadi, last time I heard mereka mau menunggu penjelasan SuperBoss yang terkait tentang masalah PHK yang mendadak minggu depan nunggu ybs masuk kantor. Paling tidak mereka ga nerima gitu aja alasan PHK dari bagian Tata Usaha. Semakin bergelimpanganlah alasan2 PHK yang ga jelas. Ada yang bilang sentimen beberapa pihak tadi lah, ada yang bilang kalo adanya keinginan untuk tidak lagi memperkerjakan perempuan sbg CS, ada yang bilang kalo jumlah CSnya kebanyakan tapi kerjanya ga efisien, bla bla bla.

Dari dulu gue sering blak-blakan bilang kalo gue ga suka ama kantor/perusahaan ini. Hanya saja pernyataan gue kala itu belum terjabarkan dengan baik. Ga suka dengan apanya kantor ini dulu, aspeknya kan banyak. Awal-awal gue kerja disini dan jadi staff operasional, yang mencolok jadi faktor nomor satu untuk gue benci sejadi-jadinya adalah kesejahteraan SDM yang timpang. Timpang antara staff operasional dan staff teknis. Ga imbang antara orang lapangan dengan orang kantor. Sama-sama ga ada duit lembur, tapi beban pekerjaan staff operasional begitu besarnya namun reward yang diberikan hanya yang itu-itu saja. Harusnya bisa sama-sama libur di wiken, tapi masih ada aja perintah tertulis untuk tetap beroperasi 24/7 kayak udah mo ngalahin Sevel.
Ga bisa menyalahkan SDM kantor ini, karena mereka juga menerima instruksi yang sama dengan daerah lain. Then I loathe the HO's HRD, to the fullest, including the people who run it, since they're the thinkers, the conceptors yet they can't (or wouldn't) accommodate the major needs of their human resources from all over regional divisions in Indonesia.

Itu baru satu, dari sekian banyak lubang-lubang kecil yang muncul. Lama kelamaan akan saling meluas hingga membentuk satu lubang besar, menarik semua yang di dekatnya untuk masuk ke dalamnya, dan menghancurkan hingga ke pondasi perusahaan, jika mereka masih enggan untuk mulai memperbaiki ketimpangan-ketimpangan yang terjadi secara perlahan dari sekarang.
Small acts, but certain, might won't affect significantly but quite enough to be remembered, and to be repeated over and over again until they last permanently.

And I still loathe these, and them, till I don't know when it stops.


Thanks for reading my midnight gripe.
I hope that it won't happen to y'all ;)

16 September, 2013

Cepek Dulu,,

Nah lo mao ngapain coba.
Mau kejer-kejeran di perempatan kayak pes en purius kek, mau kek ninja nungguin magrib baru lewat kek.
Mau ngeles sepanjang jalan protokol sekalipun,

Ujung-ujungnya,,

Cepek dolo,

teteup...

*sisir kumis*

#PeopleAroundUs #DayKeSekian

30 March, 2013

Curcol Selewat

I'm writing this post with extraordinary exhausted feeling.
In the middle of my overtime at my unit.
Highly expecting when this suffer shall end.
*tsaah*

Menghabiskan long weekend dengan overtime, working and working, bukan kali pertama bagi gw. Udah sering, sampe udah hampir mati rasa. Bukan dari pekerjaan yang ini aja, tapi udah sedari pekerjaan gw yang pertama, 2009 lalu. Sering pulang malam, wiken dengan bekerja, bukan hal baru. Sometimes I try to enjoy it, some other times I just feel stuck and hit my bad mood. Ah anyway when I can think straight, I know I should be relieved for those come as some colors in my work-sphere.

I'll be exploring a new side of this company's system by April 1st, FYI. Different kind of job, a little more technical thing, I assume. Udah molor sebulan dari penanggalan yang seharusnya, karena kebutuhan di unit gw akan swadaya masih sangat tinggi dengan tingkat kegiatan yang masih maksimal dibanding unit lain, so atasan gw yang sekarang masih meminta gw untuk bertahan sesaat lebih lama dengan meminta toleransi postpone ke atasan gw di tempat yang baru.

Satu tahun empat bulan masa kerja gw di Unit ini, terhitung sejak pertama kali gw landing di kota mpek-mpek ini dan langsung ditempatkan di sini, membuat gw sering berpikir "Okay now I think I have enough". I mean, I need some space and chance to explore more at any side of this company. Not only operational but also technical. Makanya gw berharap banyak ketika dapat info akan dipindahkan ke bagian yang lebih bersifat teknis dan perencanaan. Moreover, gw sangat ingin menikmati yang namanya the real days off and holiday. *iya, statement ini sangat bertolak belakang dengan statement awal gw* *disini part dimana gw bisa bilang ifyouknowwhatimean* *dikeplak massal*

Cerita gw agak ga jelas dan loncat-loncat ye?? Iye.
Sebodo yang penting gw apdet blog dong.. Iye.
Hauhauhauhau~


Karena gw belom banyak cerita tentang kerjaan gw yang sekarang, gw akan usahain untuk share lebih banyak di post-post berikutnya. Kerjaan udah mau kelar so I should put a period to this post.

And since today is still Saturday, I am wishing you all a memorable long weekend at anywhere you are.
Dan doain gw bisa bertahan melalui badai lembur yang cetar membahana ini.
Wish me luck, you guys!

Face straight!!

;D

28 March, 2013

Spams Attack

HAHAHAHAHAlow~
Sepertinya gw emang ga bisa menjaga ucapan sendiri, bisanya ngomong *nulis* aje bakal update lebih banyak tahun ini, taunya Februari dilewati dengan NOL postingan. NOL BESAR SAUDARA-SAUDARA!!
Aduh mau dibawa kemana bangsa Indonesia ini nanti haah?! *bergema sepanjang masa*

Jangan tanya gw kemana aja, gw masih disini aja kok, awake and alert selalu, hehehew. Niat untuk update blog tiap hari nongol di pikiran gw, cuman adaa aja alasan untuk pada akhirnya ga jadi update, pffttt.

Kerjaan udah mulai rush hours hampir tiap hari. No more 8 to 4, but 8 to 8, some times more. Almost 24/7 deh. Resiko jadi staff operasional emang begitu, udah pengalaman lama jadi udah biasa, walo kadang masi ga rela jugak wiken gw direbut, lol.

Then suddenly, nyampe kosan jam 11 tadi, nyalain laptop dan langsung aja buka blogger. Dan page pertama yang gw buka adalah Reading List gw, jadi bisa liat update2 dari blogger yang gw follow. Sempat nyegir selewat begitu liat update-an teratas sudah tidak diisi oleh spam post yang entah gimana bisa ngerecoki blog si Anu itu. Dan gw entah bagaimana sampe sekarang masih aja ngefollow blognya si Anu itu. Aneh, iya si Anu emang aneh.

Laluuu,, beranjaklah gw ke pilihan comments. Ehem. Hasrat hati semoga ada gitu dermawan yang singgah meninggalkan sedikit recehan komentar penyemangat agar blog gw bisa sedikit bergairah. And, look what I found. Drum roll, please~


LEBIH DARI 50 KOMEN SEPAM!!

I mean, wth? Baru ditinggal sebulan idle dan spam nya udah sebanyak itu?!
I mean, kemaren2 gw tinggal ngorok seabad juga ga masalah dek kayaknya.
Pfftt..

Dan demikian lah, malam menuju pergantian hari gw lewatkan dengan mark - click spam - mark - click spam - F5. Kira2 lebih dari dua page comment list gw dipenuhi oleh spam. Yang lebih bikin kesal lagi adalah setelah gw mengamati keyword spamnya. Tramadol, viagra, valium dan xanax. Gw berasa kena karma setelah mengamati dua keyword terakhir. Xanax, dan Valium. Terpana, kemudian ngakak kayak kehabisan obat.

Xanax dan Valium adalah senjata ampuh gw dan adek-nemu-di-belakang-rumah gw ZFR yang kita gunakan di kala titik stress kita udah menuju maksimal. No, no, bukannya dikonsumsi. Gw sih mau nyoba sesekali, tapi dua nama obat ini kita pake sebagai kosakata ampuh klo lagi ejek-ejekan, mumpung kedua kata ini masih asing bagi publik. Stress needs pain killers, and we name Xanax and Valium. Viagra doesn't count. Err..

Kayaknya bentar lagi dibom ama spams, karena keywords nya terpampang nyata di post gw kali ini. So, gw set comments approval setting, ya. :))

Eh besok long weekend yaa? Long weekend yang tidak menyenangkan bagi gw karena again, gw ga bisa libur, lalu kalopun bisa libur, gw ga akan bisa kemana-mana karena bulan tua, harus nahan-nahan selera. Bagi yang bisa capcus long weekend kemana gitu, berbahagialah kalian. Dan durjana bagi kalian yang tertawa di atas penderitaan orang yg ga bisa liburan gw.

Okay, udah mau jam 2 pagi WIB.
Time to sleep (and awake) for some and many people.

:)

13 January, 2013

Sometimes,

Sometimes,
seseorang yang mengaku dirinya simple adalah pribadi terumit di jagad raya-nya sendiri.

Sometimes,
seseorang yang terlalu sering diandalkan untuk menjadi konsultan perasaan, tidak bisa bernegosiasi dengan perasaannya sendiri.

Sometimes,
seseorang yang terlalu banyak membaca cerita tentang romansa cinta akan memaksa mengimajikan kisah itu ke dalam hidupnya sendiri.

Sometimes,
Tuhan tidak langsung memberikan apa yang kamu inginkan. Dia ingin melihatmu "berproses" dalam penerimaan. Hingga ketika kamu menerima hal yang sangat kamu inginkan itu, kamu akan sangat menghargainya.

Sometimes,
ketika semua hal telah diraih, selalu saja dirasa ada yang kurang. Hingga kamu akan berpikir lebih baik tidak memiliki apapun itu dan hidup dengan kelegaan pikiran.

Sometimes,
a cheerful person doesn't have a better way to express his/her feeling but always smiling even though pain keeps slicing from inside.

Sometimes,
yes, sometimes, good things happen as a payback after you've suffered.
But most of the times, good things never come until you finally stop thinking and start to waste all of your thoughts about "payable" hope. Until you realize the good thing itself is actually to receive who you really are without exception.

#justsaying

♪♫
Cause sometimes we don't really notice
Just how good it can get
So maybe we should start all over
Start all over again
[Rob Thomas - Someday]
♪♫

25 March, 2011

Damn!

Udah hari Jumat, dan pengumuman hasil tes yang gw ikutin Sabtu kemaren belum juga keluar. Dijadwalkannya sih, Rabu kemaren, tanggal 23 jam 16:00 WIB. Tapi dari jam 16:10 gw stand by di depan laptop hingga malam harinya, sama sekali ga ada pengumuman terbaru tentang hasil seleksi tahap pertama ini. Damn.

Oh-kay, gw awalnya mah positip tingking aja, kali aja IT opisernya lupa untuk upload hasil test. Okay, mungkin besok (Kamis) udah keluar hasilnya. Okay..

Kamis, jam 9 pagi gw udah stand by. Homepagenya udah loaded dengan sukses. Saat mao akses ke pengumuman hasil tes, eh ada! Dan segeralah gw unduh hasil pengumumannya yang dalam bentuk pdf file tersebut. Begitu gw buka, jreng jreng... Gambar Baasyir yang muncul (ga bisa gw tampilin, karena udah ilang linknya). Free Baasyir, it said. Antara yakin ga yakin gw salah klik link download (mungkinkah gw mendownload dari link spam?? Hell no) akhirnya gw download lagi, dengan menload filenya di browser terlebih dahulu. Tetap aja file dengan gambar yang sama muncul. Temporary conclusion: websitenya dihack. Muahahahaha.

Come to think of it, gw rasa tindakan hacking ini bukan hanya atas dasar iseng belaka. Faktor lain secara ga langsung disebabkan oleh pihak manajemen bank tersebut sendiri, yang lalai (kalo gw bilangnya sih ga beres) dlm proses perekrutan pegawai ini. Kalo emang molor, kasi pemberitahuan dong, Pak, Buk, apa susahnya sih bikin dua kalimat "Pengumuman hasil seleksi Performance Test diundur sampe hari Jumat tanggal 32 Maret 2011". At least orang-orang kayak gw ga akan terulut emosinya dengan mudah. *wth?*

Dan sekarang Jumat. Ga ada kabar tentang pengumuman hasil tes ataupun pengumuman diundurnya pengumuman hasil test. Poto kakek Baasyir udah diremove, bersamaan dengan beberapa pengumuman yang udah expayer. Another ga jelas thing, I guess. Tidak ingin sakit jantung karena tebak-tebakan ngehe ini, akhirnya gw beraniin diri nelpon HRDnya bank tsb tadi pagi. Dan yak, diundur lagi sampe besok atau Minggu, ga ada kepastian tentang jadwalnya. Terima kasih, mbak HRD, jawaban Anda sangat sangat membantu saya mendapat penyakit jantung dengan cepat.

Menunggu lagi sampe besok (Sabtu) dan kalo ga ada juga, berarti menunggu lagi sampe hari Minggu. Dan kalo ga ada juga, berarti mungkin pengumumannya keluar hari Senin, Selasa, Rabu... DAMN!!

Padang, 25 Maret 2011


UPDATE!!

Barusan gw cek lagi (22:30) dan udah DIHACK LAGI, huahahahaha. Tapi ga poto ganteng lagi. Skrinsutnya kayak gini:



Diberitahukan kepada seluruh Peserta Rekrutmen Calon Pegawai PT. Bank ********** Sumatera Barat Tahun 2011, bahwa hasil Performance Test AKAN DIUMUMKAN pada hari SELASA, Tanggal 29 Maret 2011. ITUPUN KALAU JADI.

Mampus!! Wkwkwkwkwk :))

PS: nama dan identitas bank dirahasiakan. Walaupun honestly gw mau aja terkenal kayak Mbak Prita Mulyani, tapi masalah ini bisa mengganggu masa depan gw. Pipis, Love and Bakwan.

21 March, 2011

Sabtu Ngehe nan Panas

Jadi Sabtu kemaren itu, gw mengikuti tes penerimaan karyawan di sebuah bank yang cukup terkenal di Sumbar. Bukan yang pertama kalinya gw ikut tes seleksi di area perbankan, tapi kemaren adalah kali pertamanya gw ikut test kayak gitu di bank itu. And frankly, at the very beginning, I was totally hesitated whether to continue following the test or just stop before trying. Kalau cuman gw sendiri, gw definitely ga jadi datang tes. Tapi karena ada beberapa temen-temen yang memiliki solidaritas tinggi; "satu ga ikut, yang lain juga ga ikut" akhirnya dengan berat hati gw ikuti juga tuh tes pertama, bersaing dengan dua ribuan manusia untuk mengambil hati para juri. Halah.

Tesnya simpel (atau begitulah yang gw kira). Karena dari awal emang udah diminta persyaratan tinggi badan, jadinya hari itu begitu nyampe di lokasi ujian, gw dan temen-temen gw langsung diukur tinggi dan beratnya. Pengukuran tinggi dan berat selesai, next, pemeriksaan kelengkapan berkas. Beres, next adalah tes final di hari itu; performance test. Seperti apakah?? Di seleksi serupa yang sudah-sudah, kata temen gw sih cuman wawancara bentar doang ama cek tinggi badan tadi. Tapi sekarang kayaknya beda deh. Gw udah aneh aja waktu dikasi nomer dan disuruh ditempel lalu bersabar menunggu panggilan.

Feeling aneh itu akhirnya terjawab. Next step dari performance test itu adalah di line yang udah disediain yang dikelilingi oleh beberapa orang officer bank ybs yang akan mengamati kita selagi berjalan. WTH?? Gw pusing. Temen gw panik. Panitia mesem-mesem. Kampret. Mau gimana lagi wong udah terlanjur mau masuk. Tetap senyum confident ala Pepsodent walo dalam hati bergemuruh mengumpat. Di line gw, ternyata gw giliran pertama. Baru nyampe di batas line aja udah disambut oleh berbagai jenis tatapan ga jelas. Then disuruh jalan di sepanjang line kemudian kembali berjalan ke posisi semula. Cukup sekianlah cerita ttg seleksi ngehe ini. Tapi walo kesel gw sih tetap berharap lulus tahap ini. Yeah.

Kelar dengan test ga jelas banget itu, kita cabut buat makan siang di sebuah cafe ala Jepang hasil rekomendasi temen. Namanya Oishii Cafe. Simple, tapi cukup representatif lah. Banyak banget atribut Jepangnya, dari bendera, wallpaper besar Gunung Fuji, desain tempat duduk yang mirip Yatai-yatai di Jepang sono, plus ga lupa backsound lagu-lagu Jepang. Dari First Love sampe sontrek Samurai X, ada.

True, menunya khas Jepang semua. Dari dorayaki sampe yakiniku ada. Ada juga menu lain yang udah umu kayak Spaghetti ato Kwe tiaw. Masing-masing menu disertai dengan gambar biar konsumen bingung. Tapi gw mah tetap aja kaga ngarti (ato ga yakin?). Contoh, mereka sedia sushi. Gw mau pesen sushi tapi sangat yakin kalo dagingnya bukan daging ikan salmon. Ternyata beneran, sushinya pake daging ayam *tetot* Yang laen juga pada bingung kali yah mau pilih menu apa, karena disamping ga tau isi menunya apa aja, plus juga ga yakin enak/engganya, wkwkwkwkwk.

Karena ga begitu lapar akhirnya gw pesen manisan aja. Lupa persisnya karena namanya sangat susah diucapkan. Kayak bahan onde2 gitu, ditusuk dengan tusuk sate dan dikasi campuran susu coklat cair. Rasa? Dibandingkan dengan kreatifitasnya, not bad lah. Temen gw ada yang pesen nasi kare dan nasi yakiniku beef (uenaaak, huhuhu). Gw yakin cafe seperti ini baru satu di kota Padang (dulu pernah ada satu lagi di dekat kosan gw, tapi udah gulung tikar) dan peluangnya sih cukup bagus kalo dikelola dengan maksimal. Sekilas muncul niat buat invest di cafe ini. Ato ekspansi, buka cafe yang sama dan ato buka cafe ala Jepang yang berlokasi di dekat pusat kota (tiba-tiba gw pengen ke Sushi Tei). *blink blink*

Nah, masalah selanjutnya adalah: modalnya mana? Huahhh~