12 May, 2009

Ga Nemu Judul yang Pas Buat Postingan Ini ^^v

"Salah seorang tmn bilang, kebetulan itu menyenangkan. Lately, dia bertemu dg hal2 yg atas nama kebetulan, dan itu membuatnya senang. Diapun berbagi semua ceritanya yang atas nama kebetulan membuat hidupnya lebih berwarna dari biasanya. I was so happy to hear his stories. But hufh, kemaren aku bertemu dg seseorang, someone from the past, atas nama kebetulan, yg ternyata memberi dampak ga menyenangkan.

Sampe sekarang dampaknya masih terasa. Kenapa aku harus mengalami kebetulan yg ga menyenangkan disaat aku mengharapkan kebetulan yg menyenangkan yah?! Temenku itu ternyata lebih beruntung dari aku. Hufhh, life is so unpredictable..."

***

Maap berjuta maap, wiken kemaren ga ada bikin wishlist, karena Sabtu kemaren saya "pulkam kilat" ke Bukittinggi tapi engga singgah ke rumah (lho?!) melainkan cuma mau pergi ke resepsi pernikahan salah seorang temen kuliah. Start pukul 10 pagi finish jam 10 malem, hufh.. Melelahkan, sangat, pala saya masi pusing² sampe sekarang, kaki jadi pegel karena kebanyakan jalan² (ketauan jarang olah raga :D) tapi senengnya juga dapet, karena udah bisa meluangkan waktu bareng temen² kuliah seharian :$ bener² kangen sama masa² kuliah yang gila-gilaan dulu.

Maap ga bisa upload potonya disini, internet lagi lemot pisan euy. Masi kena dampak koneksi internet dan jaringan Telkomsel yang kemaren sempet down se-Sumatera. Wow, seSumatera, saudara-sedarah!! Heuheuheu, 2 minggu yang lalu se-Sumatera Tengah, kemaren se-Sumatera, jangan² besok seIndonesia, haiyyah!! :O jadi potonya diliat di fesbuk saya ajah, kebetulan udah diuplod sama seorang temen yang juga kemaren pergi "baralek" Kalo ketemu cewek yang cara berpotonya yang biasa aja (maklum kemaren banyak banget saingan buat bernarsis ria) yang ngeliat kamera malah pasang tampang engga tertarik malah menjauh lagaknya selebritis. Heuheuheuheu, boong banget. Ya lah, cek sendiri aja gimana benernya :D

Dan tentang dua paragraf pertama di atas, adalah sedikit cerita dari apa yang saya alamin di Bukittinggi. Di sela² kesibukan kami nyari angkot yang bisa disewa buat nganterin kami ke TKP alias tempat resepsi (berhubung si penunjuk jalan lupa² ingat sama tempatnya dan saya sebagai pribumi aseli Bukittinggi juga engga tahu, hehe) di kala itulah, saya melihat dia. Ummm, mungkin lebih tepatnya dia yang menemukan saya, di keramaian manusia yang berpusing² ria di simpang empat aur kuning, di hiruk pikuk jalanan yang macet mampus setiap saat. Dia muncul, pria dari masa laluku.

Apa yang kami perbincangkan? Hmm, nothing :$ cuma bertanya kabar, dan i still remembered the way he looked deeply into my eyes behind his samurai helmet. Tatapan aneh, dalam, mengandung makna yang sampe sekarang saya sendiri masi ga ngerti apa. Saya sempat nitip salam ke keluarga dia (yang pernah saya kunjungi, kunjungan pertama yang mendebarkan :p) dan seketika tatapannya berubah. Yah, i knew that look meant.

Hanya lima menit dan dia beranjak pergi, saya kembali ke koloni. Cuma lima menit untuk merubah mood saya kala itu, sedikit... lebih ceria, mungkin. Tapi ga lama abis itu mood kembali ke koordinat semula; biasa aja. Hingga kita sampe di TKP, ketemu temen saya yang bahagiaaa, banget. Ngeliat dia pake sunting dan selalu tersenyum sumringah bikin saya jadi mupeng, :D I'm happy if my friends around me are happy, too. Pengecualian jika mereka bahagia di atas penderitaanku, hehe.

Kebetulan kah? Mungkin. Menyenangkan kah?? Uhm.. ketika kejadian itu berlangsung, antara iya dan tidak, ketika kejadian itu selesai rasanya malah ga enak, karena hingga sekarang saya terus²an kepikiran dia, lagi. My head became so dizzy when i tried to recall those memories. Pertemuan cukup singkat kok, cuma 5 menit. Lima menit hingga temen² saya pun tak sadar saya sempat bercakap² dengan seseorang pengemudi motor yang tak dikenal dan menghilang dari koloni dalam kemacetan akhir pekan. Namun saya berusaha menetralisir sisa² rasa yang masi nyempil di beberapa sudut hati yang kembali bergejolak. Lupakan lah, dia hanya lah pria dari masa lalu, dan dia akan selalu menjadi pria masa laluku, engga akan naik kelas deh. Itulah alasan kenapa saya menyebutnya sebagai kebetulan yang engga menyenangkan..

Whaw, postingan yang cukup panjang. Namun engga ketemu judul yang tepat, heuheuheu.. Jadi terserah kalian para pembaca aja mau ngasi judul yang pas buat postingan inih. Monggo komennyah :D

Hufh, laperr.. Mau hunting momogi coklat dulu ah. Mau?? :D :D

Poetz Over and Out.




PS : Kemaren saya janji mau cerita tentang my gay friends, yah?? Hehe, ternyata merangkai kata² hingga menjadi sebuah cerita itu susah banget, apalagi menyangkut kehidupan pribadi seorang anak manusia. Sampe sekarang baru 3 paragraf yang jadi, hehehe. Maafin juga kalo sekarang rada jarang blogwalking, nuhun maap.. Insya Allah kalo ada waktu pasti BW deh :)

4 comments:

zeki said...

meet someone from the past..
pernah kejadian juga..
a lot of memories comes..
just say hello..pa kabar.. bagaimana kegiatan..
'salting' tepatnya. :)

J O N K said...

cie,cie, ehem,ehem, kenapa nda disikat lagi put heuheuheue ...

.: PoetZ :. said...

@ da ze
how did u feel back then?? only just SaLtiNg?? ^^

@ joNk
sikat?? sikat gigi pak?? heuheuheu..

zeki said...

pikir lagi kenapa kita bisa pisah sebelumnya.. pasti karena ada masalah kan?? bisa jadi masalahnya udah beres atau malah belum beres sama sekali.. but again.. he/she just someone from the past... just give it damn memories...